Seni Rodhatan Tirtorahayu Galur Kulon Progo Akan Digarap Menjadi Kesenian Mahal Melalui Program Sigra Mentas

Rodhatan adalah kesenian bernuansa Islam yang berkembang di berbagai daerah terutama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan jawa tengah. (Foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Seni Rodhatan, yang ada di Kalurahan Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo, tahun ini menjadi target garapan Program Sigra Mentas Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo.

“Seni Rodhatan di Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo akan menjadi salah satu sasaran program tahun ini,” ujar Kepada Dinas Kebudayaan (Kundha kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, Jumat (27/11/2025).

Program Sigra Mentas yang semula hidup subur di wilkayah ini akan diolah menjadi kesenian mahal dengan pendampingan dan pelatihan yang dilakukan sejumlah tenaga ahli.

“Diharapkan dengan tergarapnya kesenian ini menjadi kemedol ( layak jual, red ) bernilai tinggi maka program ini bisa menjadi alat membedah kemiskinan di wilayah tersebut,” ujarnya menjelaskan.

Setelah dilakukan pendampingan dan pelatihan kepada semua komponen nanti segera dilakukan evaluasi agar perkembangannya sesuai target, lanjutnya.

Seni Rodhatan atau sering juga disebut Seni Rudat adalah salah satu jenis kesenian tradisional bernuansa Islam yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa (seperti di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah).

Kesenian ini dahulu kala sering dipentaskan dalam acara-acara hari raya keagamaan atau kenegaraan.

Kesenian ini bernuansa Islami. Karena kesenian ini memang sangat kental dengan nilai-nilai keislaman, sering kali disertai lantunan salawat, puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, atau syair-syair bernuansa dakwah.

Dalam pertunjukannya kesenian ini biasanya melibatkan sekelompok orang (penari atau pemain musik) yang tampil bersama.

BACA JUGA  Jalan Sentolo - Cangaan Pasar Butuh Bumirejo Memakan Satu Korban Meninggal Akibat Laka Lantas

Alat musik yang digunakan umumnya adalah instrumen perkusi tradisional, seperti rebana, terbang, atau kendang, yang mengiringi vokal atau tarian.

Fungsi sosial kesenian ini selain sebagai hiburan, Rodhatan juga berfungsi sebagai media syiar agama, pendidikan moral, dan untuk mempererat ikatan sosial di masyarakat.

Rodhatan terkadang disertai dengan gerakan tari yang sederhana dan ekspresif, yang disesuaikan dengan irama musik dan lirik lagu.

Seni Rodhatan merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari identitas budaya mereka yang religius.

Kesenian ini dapat dilihat pada acara-acara tertentu, terkadang dipentaskan bersamaan dengan kesenian lain seperti Samroh atau Topeng Ireng, tergantung pada tradisi lokal masing-masing daerah.

Kesenian Rodhatan atau Rudat adalah kesenian tradisional dari Indonesia, ada yang menyebut berasal  dari Banten dan Lombok.

Kesenian ini yang pasti merupakan perpaduan seni tari, musik, dan bela diri pencak silat.

Kesenian ini bernafaskan Islam, dengan gerakan ritmis dan dinamis yang biasanya diiringi oleh syair religius atau sholawat menggunakan alat musik rebana atau gendang.

Rudat ditampilkan dalam acara-acara penting seperti upacara adat, pernikahan, khitanan, dan penyambutan tamu untuk tujuan hiburan, dakwah, serta menanamkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. 

Kesenian ini muncul pada abad 15 lalu berkembang pada abad 16 hingga sekarang.

Asal-usul kata Rudat dapat berasal dari bahasa Arab “raudah” (taman) atau “radda” (menangkis), atau dari nama alat musik pengiringnya, rudat.

BACA JUGA  Daihatsu Sigra R-1295-FH Terguling di Jalan Jogja - Wates Km 12 Sopir dan 6 Orang Masuk Rumah Sakit

Pada perkembangannya Kesenian ini diwariskan secara turun-temurun dan juga dilestarikan serta dikenalkan di sekolah-sekolah sebagai warisan budaya lokal.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *