Kulon Progo, Proliman News – Khanza ( bukan nama sebenarnya) seorang nasabah Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) Galur mengaku telah mencairkan tabungan dan depositonya sebulan lalu.
Ia mengaku telah mencairkan tabungannya sebesar Rp 5 juta dan drepositonya sebesar Rp 50 juta.
Ia juga mengaku bersamanya ada sedikitnya 10 orang nasabah BUKP Galur yang juga mencairkan dana simpnananaya baik dalam bentuk tabungan maupun deposito.
Khanza tidak menyangka jika tiba-tiba ajuannya disetejui dan segera bisa dicairkan sehingga bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
Khanza mengatakan jika puluhan orang nasabah BUKP galur tersebut rata-rata mencairkan dana simpnanannya di Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY bukan di BUKP Galur.
“Sementara saya mencairkan tabungan dan deposito di BUKP Galur,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kalau masih rezekinya pasti uang yang ia simpan bakal kembali meski dengan penuh kesabaran.
Untuk nasabah lain di BUKP Galur dan Wates yang kini masih belum bisa mencairkan dana simpanannya ia berharap lebih sabar.
“Intinya sabar, dan terus berkomunikasi dengan pihak BPKAD DIY atau BUKP Galur atau Wates. Karena saya sempat ditolak ketika mengajukan pencairan di BPKAD DIY,” ujarnya.
Ia meminta agar semua nasabah yang memiliki simpanan di BUKP Galur dan Wates dengan nilai simpanan anatara Rp 10 – Rp 50 juta untuk tetap mengajukan pencairan.
“Tetapi ya itu harus sabar, karena kita paham kan, BUKP Galur dan Wates sedang kisruh keuangannya, “katanya.
Semoga BUKP Galur dan Wates bisa memenuhi kewajibannya mencairkan dana simpanan ratusan nasabah yang kini jumlahnya sangat besar, lanjutnya sambil tertawa.
Liputan : Suyono Sugondo



