Tidak Beroperasi Kurang dari 24 Jam SPPG Jambu Kulon Klaten Kini Dapurnya Kembali Mengepul

“Sampel muntahan sisa makanan sudah di simpan dan diamankan di SPPG Sentolo. Sampel akan diambil kemudian dikirim ke Laboratorium BLK Yogyakarta,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Susilaningsih, rabu (21/1/2026).(foto/ilustrasi)

Klaten, Proliman News – Berhenti beroperasi kurang dari 24 jam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Jambu Kulon Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten, kini sudah beroperasi kembali.

Para penerima manfaat yang sebelumnya berhenti tidak menikmati makan bergizi gratis (MBG) kini sudah kembali menikmati sajian MBG..

Seperti di SD Negeri Satu Jambu Kulon Ceper Klaten yang terdapat lebih dari seratus siswa yang pada Hari Rabu (10/12/2025) tidak mendapatkan MBG, kini sudah dapat menikmati MBG seperti biasa.

Demikian disampaikan Kepala SD N satu Jambu Kulon Tri Murni kepada RRI, Kamis (11/12/2025).

‘Kalau kemarin ada informasi kalau untuk sementara SPPG Jambu Kulon belum pencarian jadi berhenti dulu dan Alhamdulillah untuk saat ini sudah bisa bisa berjalan kembali,” katanya.

Dikatakan, terkait dengan tidak operasionalnya SPPG Jambu Kulon itu sebelumnya sudah diinformasikan kepada pihak sekolah .

Sehingga para siswa ada persiapan untuk makannya baik membeli atau membawa bekal sendiri.

Ia juga mengatakan program MBG tersebut sangat membantu terhadap masyarakat, siswa dan para orang tua. Ditempat tersebut terdapat seratus 46 siswa.

Sementara Pemilik SPPG Jambu Kulon Ceper Klaten Yoga Ramadhan membenarkan adanya informasi tersebut. Namun untuk saat ini dana dari Pemerintah sudah turun dan kegiatan SPPG sudah operasional kembali.

“Kemarin sore yang ditunggu -tunggu itu cair. Seluruh karyawan saya suruh bikin bahan dan lainnya. Saya suruh masuk semuanya untuk sekarang sudah didistribusikan sudah aman. Berhenti operasional hanya sehari ga ada 24 jam,” katanya.

BACA JUGA  Kapolres Kulon Progo Kunjungi Ariendra Siswi SD Gembongan yang Sekolah Sambil Mengasuh Adiknya

Sejauh ini di SPPG Jambu Kulon melayani lebih dari dua ribu 935 orang mulai dari TK hingga SMA atau 32 Sekolah.

Ia juga mengakui dalam beberapa waktu terakhir keuangan dari Kementrian untuk SPPG pencairan agak seret.

Liputan Media

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *