Kulon Progo, Proliman News – Anggota Komisi DPRD DIY Aslam Ridlo mendesak penataan kawasan kumuh Pemukiman Terbah segera dilakukan.
Tetapi sayang, pada RPJMD 2022-2027 kawasan ini tak tercantum. Sehingga perbaikan pemukiman bisa tertunda.
“Kalau menunggu bisa setelah tahun 2027 eksekusinya, tapi masih ada opsi lain melalui BKK,” ujarnya ketika melihat kondisi Pemukiman Terbah, Wates, Kulon Progo, Selasa (13/1/2026).
Aslam mengatakan ada opsi penggunaan Dais BKK untuk penataan pemukiman. Dalam hal ini, berfokus pada pengentasan banjir dan kawasan kumuh.
Sementara Pemukiman Terbah Kelurahan Wates banjir rutin terjadi setiap tahunnya.
Banjir, ketinggiannya rata-rata bisa 50 cm sedang di kawasan dekat pembuangan air banjir bisa sedada orang dewasa.
Kondisi ini terjadi sejak tahun 1990. Hal ini dipicu, saluran drainase dari wilayah Pengasih dialirkan ke kawasan pemukiman.
Sehingga limpahan air tersebut berkumpul di dataran yang lebih rendah.
Padahal warga sudah mengusulkan, agar drainase segera dibangun. Utamanya, pintu air untuk menutup limpahan air.
Jika hal seperti ini segera tertangani dan tidak masuk RPJMD maka semua unsur sedang melakukan pembiaran masalah.
Liputan : W Maryanti



