Yogyakarta, Prolimannews – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kota Yogyakarta akan memasuki jalur akhir yakni jalur yakni jalur Domisili Daerah (Domda) dan jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJP) yang berlangsung mulai tanggal 29 Juni hingga 30 Juni 2026 besok.
Deputi Bidang Pengaduan Masyarakat Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba meminta kepada dinas terkait untuk lebih mencermati jalur afirmasi KSJPS.
Kuota jalur afirmasi KSJPS dikhususkan bagi siswa pra sejahtera yang memiliki atau terdaftar pada Kartu Menuju Sejahtera (KMS) yang merupakan program Pemerintah Kota Yogyakarta beberapa tahun lalu.
Penting bagi Pemerintah Kota Yogyakarta bersama legislatif serta masyarakat untuk dapat bersama – sama mengawasi jalur afirmasi KSJPS atau dulu bernama jalur afirmasi KMS ini agar benar-benar tepat sasaran karena berdasarkan pemantauan tahun – tahun sebelumnya jalur afirmasi KSJPS atau KMS ini tidak tepat sasaran.
Seperti mengenakan sepeda motor keluaran baru, mengguna mobil, gawai mahal, hingga mengenakan perhiasan emas dipergelangan kaki.
Jika pemilik KSJPS atau KMS membawa motor keluaran baru, menggunakan mobil serta memiliki gawai mahal, lantas, apakah layak dikategorikan sebagai warga pra sejahtera?
JCW berharap fenomena mental memiskinkan diri pada SPMB khususnya jalur afirmasi KSJPS atau KMS tahun ini sudah tidak ada lagi.
Guna memastikan jalur afirmasi KSJPS atau KMS tepat sasaran, JCW akan melakukan pemantauan pada Senin hingga Selasa mendatang.
Liputan: W Maryanti



