Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren Dibuka, Gus Muhaimin Dorong Mahasantri Berperan Menuju Indonesia Emas 2045

Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren dibuka di Jakarta. Gus Muhaimin: Mahasantri harus ambil peran menuju Indonesia Emas 2045.
Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren dibuka di Jakarta. Gus Muhaimin: Mahasantri harus ambil peran menuju Indonesia Emas 2045.

Jakarta, Proliman News – Gelaran Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren Indonesia resmi dimulai pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. Kegiatan ini menjadi titik temu mahasiswa pesantren dari seluruh penjuru nusantara dalam rangka memperkuat jejaring, menyusun arah gerakan nasional, serta memilih kepemimpinan baru untuk Presidium Nasional BEM Pesantren.

Pembukaan muktamar berlangsung meriah dan sarat makna. Diawali dengan lantunan sholawat serta pertunjukan tari tradisional Aceh, suasana yang tercipta menggambarkan semangat kebhinekaan dan persatuan di kalangan mahasiswa pesantren.

Acara ini tak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga panggung strategis bagi lahirnya pemikiran-pemikiran progresif dari generasi mahasantri.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dan memberikan pandangan inspiratif dalam agenda pembukaan ini. Di antaranya Dr. (H.C.) A. Muhaimin Iskandar/Gus Muhaimin (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Indonesia), Luqmanul Hakim (Komisaris Independen Bank BRI), Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si (Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah) serta Naqib Abdullah (Presidium Nasional BEM Pesantren).

Dalam pidato sambutannya, Gus Muhaimin menegaskan bahwa mahasantri memiliki posisi krusial dalam merancang masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa Indonesia tengah bersiap menyambut Indonesia Emas 2045 dan santri harus menjadi bagian penting dalam proses transformatif tersebut.

“Peran mahasantri sangat diperlukan untuk Indonesia masa depan. Apalagi, Indonesia 2045 menargetkan masa keemasan. Generasi pesantren harus menjadi bagian dari proses besar itu,” katanya.

BACA JUGA  FESTIVAL WAYANG BEBER PANCASILA 2026 USUNG TEMA "AKU BUMI", AJAK MASYARAKAT RAWAT LINGKUNGAN MELALUI WARISAN BUDAYA

Pimpinan Ponpes Darunnajah, KH. Sofwan Manaf menyampaikan bahwa mahasiswa pesantren harus mampu menyeimbangkan antara penguasaan ilmu agama dan kontribusi dalam bidang sosial serta kebijakan publik.

“Mahasiswa pesantren harus berperan aktif, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam dinamika sosial dan pembangunan kebijakan nasional,” ujarnya.

Muktamar BEM Pesantren Indonesia kali ini juga memuat agenda utama pemilihan Presidium Nasional yang baru sebagai wujud regenerasi kepemimpinan mahasiswa pesantren di level nasional.

Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk melahirkan pemimpin muda yang tangguh, berakar pada tradisi keilmuan, dan memiliki integritas tinggi untuk menjawab tantangan zaman.

Rangkaian kegiatan muktamar akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, diisi dengan diskusi panel, sidang pleno, dan lokakarya.
Semua itu diarahkan untuk menghasilkan gagasan solutif dan aksi nyata dalam membangun peradaban bangsa dari lingkungan pesantren.

Dengan semangat kebersamaan dan visi kebangsaan yang kuat, Muktamar BEM Pesantren Indonesia diharapkan menjadi pijakan baru bagi lahirnya mahasantri-mahasantri unggulan yang siap mengabdi untuk Indonesia menuju 100 tahun kemerdekaan.

Liputan: Reynaldi Dwi Mauladi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *