Kulon Progo, Proliman News — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banaran, Galur, Kulon Progo secara resmi menerima penyampaian Ikrar Wakaf sebidang tanah dari wakif Wahyu Hidayat, S.E., Ak., M.P.A., pada Sabtu (17/10/2026).
Prosesi ikrar dan penyerahan wakaf yang dipusatkan di Pondok Pesantren Askar Kauny Banaran tersebut menunjuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur sebagai nadzir penerima wakaf dan PRM Banaran sebagai pengelola/penerima amanah pemanfaatan.
Hal ini akan semakin menguatkan syiar Islam, kemandirian ekonomi, serta pelayanan masyarakat di tingkat akar rumput.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan lintas sektoral. Tampak hadir perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo, PCM Galur, Kantor Urusan Agama (KUA), Panewu Galur, Lurah Banaran, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakif Wahyu Hidayat menyampaikan rasa optimisme dan kepercayaannya yang mendalam kepada Persyarikatan Muhammadiyah untuk mengelola serta mengoptimalkan tanah wakaf tersebut.
”Kami mempercayakan tanah wakaf ini sepenuhnya kepada keluarga besar Muhammadiyah. Harapan kami, lahan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat dakwah, perkantoran persyarikatan, pengembangan ekonomi produktif, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya yang membawa kemaslahatan nyata bagi warga,” ujar Wahyu Hidayat.
Menanggapi amanah besar tersebut, Ketua PDM Kulon Progo, H. Nurudin, SH. M.A., menyatakan kesiapan jajarannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan tanah wakaf tersebut.
Ia juga mendorong agar jajaran PRM Banaran sebagai penerima amanah dapat segera melakukan langkah tindak lanjut konkret.
”Kami dari PDM Kulon Progo siap mendukung penuh pemanfaatan tanah wakaf ini. Semoga penerima amanah, khususnya PRM Banaran, bisa segera menindaklanjuti proses ini dengan baik sehingga lokasi ini cepat termanfaatkan dan mendatangkan keberkahan bagi masyarakat luas,” tegas Nurudin.
Keberadaan calon kantor dan pusat kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi organisasi, melainkan juga tumbuh menjadi benteng syiar Islam yang berkemajuan, pusat pemberdayaan ekonomi umat, serta penggerak utama roda dakwah Muhammadiyah dari tingkat ranting.
Liputan : Priyo Santoso



