Hari Jadi ke-75 Kulon Progo, Sapardiyono Ingatkan Perayaan Obor Perlu Dikaji demi Keselamatan Lingkungan

Hari Jadi ke-75 Kulon Progo, Sapardiyono Ingatkan Perayaan Obor Perlu Dikaji demi Keselamatan Lingkungan. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News – Perayaan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo diharapkan tidak hanya menjadi momentum pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Rencana penggunaan obor secara massal dalam rangkaian perayaan pun dinilai perlu dipertimbangkan kembali, menyusul ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

Sapardiyono, Wakil Ketua PWM DIY yang membidang Majlis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), serta Majlis Lingkungan Hidup. mengatakan, pelestarian tradisi lokal merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya Kulon Progo. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat.

Menurutnya, penggunaan api secara massal dalam sebuah perayaan perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan risiko yang justru bertentangan dengan semangat menjaga alam.

“Ini bukan berarti menolak tradisi, melainkan mengajak kita lebih peka terhadap situasi lingkungan dan keselamatan masyarakat. Pelestarian budaya seharusnya berjalan seiring dengan kepedulian ekologis,” ujar Sapardiyono, dalam keterangannya Rabu, (14/10/2026).

Ia menilai, perayaan hari jadi daerah tetap dapat berlangsung meriah tanpa harus mengabaikan faktor keamanan dan kelestarian lingkungan. Berbagai ekspresi seni, pertunjukan budaya, serta penggunaan simbol-simbol tradisional yang lebih aman dan ramah lingkungan dapat menjadi alternatif.

Momentum hari jadi, lanjutnya, semestinya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup.

BACA JUGA  Nasib Wardoyo: Baiknya Kejari Kulon Progo Umumkan Hasil Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi PT SAK

“Jangan sampai kita begitu bersemangat menyalakan api untuk merayakan kebudayaan, tetapi lupa menjaga bumi tempat kebudayaan itu tumbuh dan diwariskan,” tegasnya.

Sapardiyono berharap, peringatan Hari Jadi ke-75 Kulon Progo mampu mempertemukan semangat kemajuan daerah, pelestarian tradisi, dan tanggung jawab ekologis. Dengan demikian, budaya tidak hanya dirawat sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang berkelanjutan.

“Saya sepakat dengan usulan Pak Ketua DPRD Kulonprogo yang menyarankan diganti dengan 7500 kendi. Itu lebih pro lingkungan yang berkelanjutan. Selamat Hari Jadi ke-75 Kulon Progo. Semoga semakin maju, berbudaya, dan peduli lingkungan,” pungkasnya.

Liputan: W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *