Ratusan Rumah Warga Ambruk Gedung Sekolah Roboh Ponpes Hancur di Pandasari Jatinegara Tegal

Bangunan SMA milik Pondok Pesantren Al Adalah di Desa Padasari juga roboh akibat pergerakan tanah. (foto/ist)

Tegal, Proliman News – Ratusan rumah warga ambruk di hajar bencana tanah retak Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Bangunan SMA milik Pondok Pesantren Al Adalah di Desa Padasari juga roboh akibat pergerakan tanah.

Bangunan satu lantai tersebut rata dengan tanah setelah struktur tidak mampu menahan pergeseran tanah.

Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari dinding roboh, lantai retak parah, hingga bangunan rumah tampak miring karena tanah di bawah pondasi growong.

Tidak hanya pemukiman dan fasilitas pendidikan, akses jalan desa dan jalan kabupaten turut mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kondisi ini mengganggu mobilitas warga setempat.

Puluhan warga terdampak telah diungsikan ke sejumlah tempat.

Bencana tanah retak ini terjadi, sangat tidak kentara, karena tiba-tiba tanah bengkah berongga dan mengahancurkan bangunan.

Bencana tanah retak ini terus berlangsung dan hingga kini petugas masih siaga membantu evakuasi barang dan mengamankan warga.

Warga ditampung sementara di Kantor Majelis Dzikir wa Rotiban An Nadzoriyah, Desa Padasari, dan sejumlah tempat lain yang dirasa aman.

Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal turun langsung memantau proses evakuasi dan kondisi para pengungsi pascabencana.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tegal, total rumah yang terdampak bencana tanah bergerak Tegal mencapai hampir 200 unit.

Selain itu, lima bangunan sekolah turut mengalami kerusakan, mulai dari PAUD, Madrasah Ibtidaiyah, SD hingga SMA.

BACA JUGA  Viral ! Cak Sholeh dan Ratusan Warganet Siap Sumbang Aksi Demo Warga Pati Tolak Kenaikan PBB 250%

Sebelumnya, kawasan perbukitan di wilayah tersebut sempat diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur cukup lama.

Kondisi itu menyebabkan Sungai Rambut meluap dan diduga memperparah stabilitas tanah.

BPBD Kabupaten Tegal mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi lanjutan bencana tanah bergerak, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi.

Liputan : Muhammad Fakhri

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *