Gubernur Jateng Akui Bertemu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Beberapa Jam Sebelum di OTT

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan, angka pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan II 2025 meningkat signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28%, lebih tinggi dari nasional yaitu 5,12%. (foto/ist)

Pekalongan, Proliman News – Ditahan KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bawa-bawa nama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Namun kabar ini buru-buru dibantah Ahmad Luthfi ? Apa katanya yang disebut saat ditangkap secara OTT sedang bersama Gubernur Jateng ?

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pun segera angkat bicara terkait tudingan yang dilontarkan Fadia Arafiq tersebut.

“Lha yang nuding siapa. Ditangkapnya (Bupati Pekalongan) kita saja ndak ada yang tahu,” kata Luthfi saat dikonfirmasi, Rabu (4/4/2026).

Ini akan menjadi masalah hukum yang rumit jika Fadia Arafiq bersikukuh bahwa saat ditangkap ia tengah bertemu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi?

Karena sebelunya Fadia menyebut dirinya ditangkap saat sedang bersama Gubernur Jawa Tengah.

Pernyataan itu disampaikannya usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Menanggapi hal tersebut, Luthfi membantah tegas. Meski ia mengakui ada pertemuan, yang membahas MBG.

Luthfi mengakui memang ada pertemuan dengan Fadia di kediaman pribadinya di Kota Semarang, Senin (2/3/2026) malam. Beberapa jam sebelum ditangkap KPK.

Ahmad Luthfi pun buru-buru mencari kalimat penangkal isu, bahwa pertemuan itu disebutnya bukan pertemuan khusus.

Selain Fadia, hadir pula Ischak Maulana Rohman selaku Bupati Tegal dan Dimas Prasetyahani sebagai Wakil Bupati Purbalingga.

Menurut Luthfi, agenda pertemuan tersebut untuk membahas rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar keesokan harinya di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

BACA JUGA  Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Segere Gelar Syukuran !

“Memang malam itu ada Bupati Tegal, Wakil Bupati Purbalingga dan Bupati Pekalongan ke rumah karena besok pagi ada rapat MBG,” jelasnya.

Apa yang disampaikan Fadia itu berbanding terbalik dengan keterangan resmi KPK.

Lembaga antirasuah mengungkap Fadia ditangkap dalam operasi senyap di Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Saat penangkapan, Fadia disebut berada di salah satu hotel di Kota Semarang bersama ajudan dan orang kepercayaannya.

Ia berada di Semarang untuk mengikuti rapat koordinasi MBG di Gedung Grahadika Bhakti Praja.

Fadia juga datang bersama Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman.

Namun, selepas penangkapan Fadia, Sukirman terlihat tetap beraktivitas seperti biasa.

Ia bahkan menghadiri kuliah umum di Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Semarang dengan pembicara kunci Muhammad Yusuf Chudlori.

Yusuf Chudlori diketahui merupakan mantan atasan Sukirman di struktur partai.

Saat dimintai keterangan, Sukirman memilih irit bicara.

“Tunggu keterangan dari Pak Gubernur saja,” ujarnya singkat.

Liputan : Suyono Sugondo / Thoriq

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *