Pemda Kulon Progo dan Kadin Sinkronisasi Program Usaha dengan Pengembangan Pariwisata

Kadin Kulon Progo Sinkronkan Program Usaha dengan Pengembangan Pariwisata Daerah(fotdok)

Kulon Progo, Proliman News – Badan Pengurus Cabang (BPC) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kulon Progo menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Selasa (10/3/2026) di Hotel Novotel Yogyakarta International Airport (YIA).

Rakor tersebut menjadi forum konsolidasi awal pengurus setelah pelantikan beberapa waktu lalu sekaligus menyelaraskan program kerja Kadin dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus dan tokoh Kadin Kulon Progo, antara lain Dewan Pertimbangan H. Kuswadi dan Master Zuharsono Azhari, Dewan Penasehat H. Sunarto, Wakil Ketua Supracoyo dan Anung Marganto, serta pengurus lainnya.

Ketua BPC Kadin Kulon Progo Nanang Sukrisno mengatakan, rapat koordinasi ini memiliki arti penting karena merupakan rapat pleno pertama setelah kepengurusan baru dilantik.

“Rakor ini menjadi momentum untuk mensinergikan program pemerintah Kabupaten Kulon Progo agar bisa sejalan dengan pengembangan dunia usaha dan dunia industri di daerah,” ujar Nanang.

Menurutnya, Kadin Kulon Progo juga mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan terhadap berbagai program penguatan dunia usaha di daerah.

Ia menilai pemerintah daerah saat ini menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

Nanang menilai Kulon Progo memiliki posisi strategis karena didukung konektivitas infrastruktur yang semakin kuat, terutama keberadaan Bandara YIA yang terhubung dengan jaringan kereta api serta rencana jalur jalan tol yang akan segera tersambung.

BACA JUGA  Akhirnya Perda KTR Pecah Juga Pertunjukan Bersponsor Rokok Berlangsung Meriah di Alun-alun Wates Bersama HS

“Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi daerah. Namun tentu perlu kolaborasi dengan seluruh stakeholder dunia usaha yang ada di Kulon Progo,” katanya.

Ia menambahkan, sektor kuliner dan usaha kecil akan ikut terdorong apabila objek wisata di Kulon Progo terus ramai dikunjungi wisatawan. Karena itu, destinasi wisata perlu dikelola dengan konsep yang saling terhubung agar wisatawan memiliki banyak pilihan aktivitas.

“Bagaimanapun kuliner akan ikut terdongkrak jika objek wisata ramai dikunjungi dan memiliki circle sehingga wisatawan tidak bosan datang ke Kulon Progo,” ujarnya.

Selain penguatan destinasi yang ada, Kadin juga mendorong pengembangan wisata tematik yang dinilai memiliki prospek besar. Beberapa konsep yang mulai didorong antara lain sport tourism, wellness tourism, hingga paket wisata berbasis pengalaman.

Dalam forum tersebut, pelaku usaha kuliner Yudha dari Geblek Pari juga memberikan masukan mengenai pentingnya pemerataan pengembangan destinasi wisata di Kulon Progo.

Menurutnya, wilayah utara yang selama ini dikenal dengan wisata alamnya sudah berkembang dan perlu diikuti dengan penguatan kawasan selatan.

“Jika wilayah selatan juga berkembang, maka penumpang Bandara YIA memiliki lebih banyak pilihan destinasi untuk menghabiskan waktu di Kulon Progo,” ujarnya.

Ia menilai semakin banyak pilihan destinasi dan aktivitas wisata akan membuat wisatawan tidak hanya singgah, tetapi juga tinggal lebih lama di Kulon Progo.

BACA JUGA  Daya Beli Rendah Pemda Cuek Tanpa Inovasi DPC PKB Kulon Progo Melihat Perekonomian Rakyat Bakal Terpuruk

Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal, terutama sektor kuliner, UMKM, dan jasa pariwisata.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan menegaskan bahwa pengembangan pariwisata daerah perlu diarahkan pada konsep wisata berbasis pengalaman (experience tourism) agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, potensi wisata Kulon Progo dapat dikembangkan melalui berbagai konsep wisata tematik seperti sport tourism, agro tourism, culture tourism hingga wellness tourism yang terintegrasi dengan sektor kuliner dan UMKM.

“Wisatawan sekarang tidak hanya datang melihat tempat, tetapi mencari pengalaman. Jika paket wisata dikemas dengan baik, perputaran ekonomi dari sektor ini bisa sangat besar,” kata Agung.

Ia menilai keberadaan Bandara YIA yang terhubung dengan jaringan kereta api serta rencana jalan tol menjadi modal strategis bagi Kulon Progo untuk menarik wisatawan agar tinggal lebih lama dan membelanjakan pengeluarannya di daerah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, diharapkan potensi pariwisata Kulon Progo dapat berkembang lebih optimal sekaligus membuka peluang usaha baru serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *