Yogyakarta, Proliman News – Jogja Police Watch menyambut positif ‘Gerakan Orangtua Memanggil’ terhadap anaknya sebelum pukul 22.00 WIB atau jam 10 malam.
“Poster maupun status WA terkait hal ini ramai dipasang oleh sejumlah orangtua,” ujar Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba, Rabu ( 8/4/2026).
Gerakan Orangtua Memanggil ini merupakan salah satu cara untuk mencegah aksi kejahatan jalanan atau klitih yang kembali ramai terjadi akhir-akhir ini.
Namun dalam prakteknya gerakan ini diharapkan diikuti pula dengan pengawasan dan edukasi dari orangtua.
Jika tidak maka, alih-alih bisa membuat anak berada dirumah Gerakan Orangtua Memanggil justru bisa memparah risiko, dari ruang publik (kejahatan jalanan) ke ruang privat yang lebih sulit dikontrol.
Selain itu, pengawasan dari orangtua diperlukan di saat ada berada di dalam rumah.
Ketika anak-anak dipaksa terkurung didalam rumah setelah jam tertentu, mereka menjadi lebih rentan terhadap konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), konten radikal dan terorisme, kencanduan gawai dan game online, judi online bahkan konten pornografi.
Sehingga harapannya Gerakan Orangtua Memanggil ini jangan sampai kesannya cuma memindahkan masalah tetapi betul-betul dapat mencegah terjadinya aksi-aksi kekerasan jalanan atau klitih yang mulai marak kembali terjadi dan semakin brutal serta tidak masuk akal ini.
Liputan : W Maryanti



