Gerakan Orangtua Memanggil Semula Bernama Gerakan Ibu Memanggil, Butuh Dukungan Masyarakat !

Gerakan ini menekankan bahwa pengawasan orang tua adalah benteng utama keamanan anak di luar rumah.(foto/ist)

Bantul, Proliman News – Polres Bantul Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) memasang poster Gerakan Orang Tua Memanggil!

Poster ini bisa Anda temukan melalui Instagram Polres Bantul dengan warna merah hitam sangat mencolok.

Poster unggahan Polres Bantul ini mendapat sambutan masyarakat dengan like dank omen yang beragam.

“Pastikan anak sudah di rumah sebelum pukul 22.00 WIB, ya. Malam bukan waktu untuk berkeliaran tanpa pengawasan,” begitu narasi yang dibangun melalui poster tersebut.

Awasi, dampingi, dan lindungi mereka dari bahaya seperti tawuran, balap liar, hingga kejahatan jalanan. Karena keselamatan anak adalah yang utama.

“Anak aman, keluarga nyaman,” tulis Polres Bantul dalam Gerakan Orangtua Memanggil sebagai upaya mengatasi kejahatan jalanan klitih.

Gerakan Orang Tua Memanggil (sering disebut Gerakan Ibu Memanggil) adalah inisiatif Polda DIY untuk mencegah kejahatan jalanan (klitih) dan kenakalan remaja.

Gerakan ini digagas akhir tahun 2023 lalu oleh Kapolda Irjen Pol Soewondo Nainggolan, namun kemudian hilang ditelan angina.

Program ini menuntut peran aktif ibu/orang tua untuk memantau keberadaan anak, memastikan mereka di rumah sebelum pukul 22.00 WIB, serta aktif berkomunikasi.

Berikut adalah poin-poin penting Gerakan Orangtua /Ibu Memanggil:

Tujuannya mencegah keterlibatan anak dalam tawuran, balap liar, dan kejahatan jalanan dengan memastikan mereka tidak keluyuran malam hari.

Orang tua diinstruksikan menghubungi anak (telepon/pesan) sebanyak 10 kali jika belum pulang.

BACA JUGA  Banjir dan Tanah Longsor terjadi di Imogiri Bantul Sejumlah Kawasan Sampai Malam Ini Masih Terendam

Jika anak tidak merespons, orang tua didorong berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas/Babinsa.

Anak diharapkan sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 WIB.

Pembinaan dilakukan dengan kasih sayang, bukan kekerasan, agar anak tidak terjerumus lebih dalam.

Gerakan ini menekankan bahwa pengawasan orang tua adalah benteng utama keamanan anak di luar rumah.Liputan: Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *