Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Lepas 384 Calon Jemaah Haji 2026, Calon Termuda Umur 19 Tahun

Bupati Kulon Progo Lepas 384 Calon Jemaah Haji 2026, Keberangkatan Langsung Lewat Embarkasi YIA(ffoto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News – Sebanyak 384 calon jemaah haji asal Kabupaten Kulon Progo tahun 1447 H/2026 berpamitan kepada jajaran Pemerintah Daerah sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo Suharto, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kulon Progo, Mulyono, Kepala Kantor Kemenag Wahib Jamil, serta unsur Forkopimda dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Kulon Progo.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kulon Progo, Mulyono, dalam laporannya merinci bahwa ke-384 jemaah akan terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter).

Kloter I YIA: 354 jemaah, Kloter II YIA: 1 jemaah (optimalisasi cadangan), Kloter VII: 1 jemaah (optimalisasi cadangan), Kloter XXVI: 28 jemaah

Menariknya, tahun ini tercatat jemaah termuda atas nama Khoirudin Arbani (19) dari Kedunggong, Wates, yang berangkat menggantikan orang tuanya yang telah wafat.

Sementara itu, jemaah tertua adalah Bapak Satiyo yang menginjak usia 85 tahun. Secara komposisi, jamaah perempuan mendominasi dengan jumlah 214 orang, berbanding 170 jemaah laki-laki.

Perwakilan calon jemaah haji, Eko Damayanti, dalam kata pamitannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.

Ia menyebutkan bahwa keberangkatan tahun ini merupakan buah kesabaran setelah menunggu selama 14 tahun akibat penundaan pandemi Covid-19 beberapa waktu silam.

“Kami berterima kasih karena kini bisa berangkat langsung dari ‘rumah sendiri’ melalui embarkasi berbasis hotel di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Kami mohon doa agar diberikan kesehatan dan kelancaran untuk meraih predikat haji mabrur,” ujar Eko.

BACA JUGA  Sungai Kapuas Surut Parah, Rantai Pasok Batu Bara Kalimantan Barat Lumpuh

Bupati Kulon Progo,  Agung Setyawan, dalam sambutannya memberikan ucapan selamat dan motivasi kepada para jemaah.

Ia menekankan bahwa ibadah haji adalah panggilan mulia yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima, terutama bagi jamaah lansia yang menjadi mayoritas tahun ini.

“Ibadah haji bukan sekadar ritual, tapi ujian kesabaran. Saya titip pesan agar bapak dan ibu sekalian senantiasa menjaga sikap, tertib, dan disiplin. Jadilah duta bangsa yang santun di mata dunia dan bawalah perubahan positif bagi masyarakat sekembalinya nanti,” pesan Bupati Agung.

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *