Banyak Warga Kulon Progo Jadi Korban Bisnis Online dan Investasi Bodong, Nasib Wardoyo: Kami Turunkan Tim !

Sejumlah warga Kabupaten Kulon Progo mengaku telah menjadi korban rayuan gombal bisnis online serta investasi bodong yang digerakkan melalui beberapa situs.(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah warga Kabupaten Kulon Progo mengaku telah menjadi korban rayuan gombal bisnis online serta investasi bodong yang digerakkan melalui beberapa situs.

Situs tersebut melalui sales atau pemasarannya di berbagai wilayah di Kabupaten Kulon Progo menawarkan beberapa model bisnis serta ragam investasi.

“Bahkan ada sebuah situs yang kini gencar melakukan promosi melalui tayangan online yang menawarkan simpanan atau andil uang hingga Rp 16 juta per orang, janjinya dapat motor serta mendapat penghasilan bulanan dalam jumlah sangat menggiurkan,” kata Nasib Wardoyo, Jumat (17/4/2026).

Tetapi menurut pengakuan beberapa korban setelah uang setoran masuk janji mendapat sepeda motor terbaru tidak ada, bahkan mereka juga tidak mendapat penghasilan bulanan seperti yang dijanjikan.

Nasib Wardoyo mengatakan, karena gencarnya promosi yang dilakukan tokoh masyarakat bahkan ada yang juga pensiunan pejabat di Pemda Kulon Progo warga percaya dan banyak yang tertarik setor dana hingga Rp 16 juta per orang.

Mereka juga mendatangi kelompok-kelompok warga di berbagai wilayah untuk mengumbar janji manis namun akhirnya tidak ada satupun janji-janji yang terealisasi.

Anggota DPRD Kulon Progo dari Partai NasDem Nasib Wardoyo ini mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan mengatasi maraknya penipuan berkedok bisnis online serta investasi bodong.

“Saya sendiri mendapat laporan warga masyarakat, di beberapa wilayah di Kabupaten Kulon Progo banyak yang menjadi korban tipu-tipu bisnis online serta invetasi bodong,” katanya.

BACA JUGA  Kantor Presiden Mengakui Bahwa Ketua BGN Dadan Hindayana Dicopot karena Terendus Korupsi

Sementara melalui lembaga barunya yang bernama NW Center Nasib Wardoyo juga telah membentuk Tim Investigasi untuk melakukan pendalaman dan pendampingan pada korban-korban ini untuk kemudian akan dilakukan upaya hukum.

“Tim kami akan terus bergerak turun lapangan untuk melakukan investigasi dan nantinya akan dilakukan upaya hukum baik pelaporan kepada polisi terutama kepada di bagian Krimsus atau Reserse Ekonomi,” katanya.

Nasib Wardoyo belum bersedia mengungkap nama-nama situs yang kini memakan banyak korban sebelum melaporkan kepada polisi.

Tetatpi jika aparat kepolisian akan melakukan upaya perlindungan kepada para korban pihaknya juga akan membuka data dan memberi dukungan sepenuhnya.

“Kami melihat penipuan model ini terus terulang, beberapa nama situs atau lembaga sangat familier di telingan masyarakat, warga juga mengenal siapa para petualang yang melakukan upaya penipuan ini dengan bebasnya di tengah masyarakat,” ujarnya lebih lanjut.
Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *