Kulon Progo, Proliman News – Seluruh media anggota DPD PW MOI Kulon Progo akan terus memantau dan mengawal jalannya Musyawarah Kabupaten (Muskab) Askab PSSI Kulon Progo.
Demikian Ketua DPD PW MOI Kulon Progo Tomy Maulana Samudra alias Pawiro Bledex ketika diminta komentarnya mengenai mulai menghangatnya Muskab PSSI Kulon Progo, Selasa (21/4/2026).
Ia menyatakan, kenapa DPD PW MOI harus mengawal proses Muskab PSSI Kulon Progo dari Pra Muskab hingga Muskab secara ketat karena untuk memperbaiki iklim sepakbola di wilayah ini harus dimulai dari pemilihan pengurus secara bersih.
Jika prosesnya berjalan dengan fair tidak ada sogok menyogok tidak ada tekan menekan dan tidak ada campur tangan kekuasaan maka dipastikan hasilnya akan lebih baik.
“Media ini penting untuk terus mengawasi kenakalan-kenakalan yang terjadi dari mulai Pra Muskab hingga pemilihan pengurus nantinya, karena disinilah sumber kehancuran sepakbola,” kata mantan Manager Lampung FC tersebut.
Pawiro Bledex sebagai mantan pengurus PSSI Lampung dan Manager Lampung FC menyatakan tahu banget lekuk siku kenakalan para penggerak sepakbola dari tingkat lokal hingga nasional.
Sehingga ketika ia kembali ke Kulon Progo sekarang ini berharap ada perbaikan kualitas, pembenahan iklim dan masa depan sepakbola di wilayah ini dari mulai sekarang.
“Untuk membuat dunia sepakbola Kulon Progo maju, profesional dibutuhkan pengorbanan yang besar,” ujar Tommy Maulana Samudra Ketua DPD PW MOI yang juga penggerak sepakbola ini.
Terutama bagi para pemegang kekuasaan yang tidak tahu bola mending legowo dan menjadi pengayom yang baik, tidak perlu membuat skema di sepakbola, lanjutnya.
Lebih-lebih para pemegang kekuasaan atau tokoh-tokoh di tampuk pimpinan melakukan intervensi mendalam mulai dari penataan pengurus Askab PSSI hingga pertandingan-pertandingan.
“Jika ini terjadi, ini berarti menjadi pertanda kehancuran sepakbola di Kulon Progo,” tegasnya.
Sehingga ia menyarankan agar semua pihak yang tidak mengerti tentang managemen sepakbola dan bukan orang sepakbola tidak perlu melakukan intervensi terlalu mendalam jelang Muskab PSSI Kulon Progo hingga pemilihan Ketua PSSI Kulon Progo nanti.
Ia menyatakan, pihaknya akan menyertai para kandidat ketua yang sekarang muncul dengan semangat menggebu, tanpa money politik tanpa sogok menyogok dan justru didukung klub-klub sepakbola.
“Jika situasinya membaik maka cita-cita saya akan membentuk Klub Kulon Progo FC atau apapaun namanya nanti, dan mendorong ditatanya pertandingan di semua level dengan prosefional. Kalau soal duit bisa dicari, tetapi kepercayaan publik dan reputasi, tidak bisa dibeli,” tegasnya.
Liputan : Suyono Sugondo



