BPS Kulon Progo Segera Buka Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026, Catat Syaratnya

BPS Kulon Progo.
BPS Kulon Progo.

Kulon Progo, Proliman News – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kulon Progo akan segera membuka rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026. Mereka akan ditugaskan dalam program SE2026 tahap kedua bulan Juli hingga Agustus mendatang.

Melansir dari akun Instagram resmi @bps.kulonprogo, saat ini BPS di seluruh Indonesia, termasuk BPS Kabupaten Kulon Progo, sedang fokus pada tahap koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan serta proses pendataan mandiri untuk usaha atau perusahaan berskala besar.

“Sensus Ekonomi 2026 memang dimulai pada 1 Mei 2026. Namun, pada periode ini, usaha atau perusahaan besar dan menengah akan mendapatkan WhatsApp (WA) atau email untuk mengisi kuesioner secara mandiri (online),” tulis akun @bps.kulonprogo.

BPS Kulon Progo melanjutkan, pada 15 Juni – 31 Agustus 2026 baru akan dilakukan Pendataan Lapangan (Door to Door).
Bagi semua usaha atau perusahaan yang belum memperoleh WhatsApp (WA) atau email untuk pengisian secara mandiri, maka pendataan akan dilakukan secara langsung oleh Petugas SE2026.

“Jadi, kapan Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 akan dibuka? Rekrutmen Petugas Lapangan SE2026 akan diumumkan secara terbuka segera setelah instruksi dari pusat turun,” imbuh akun @bps.kulonprogo.

Sebelumnya Kepala BPS Kulon Progo, Achmad Johan Affandi mengatakan bahwa sensus ekonomi memang akan dilaksanakan dalam dua tahap.

BPS Kulon Progo pun telah melakukan identifikasi terkait usaha mana saja yang bisa menjadi sasaran, lalu mengirimkan formulir sensus ke pelaku usaha tersebut secara online.

BACA JUGA  ​Dampak Kemarau Meluas: Warga Kulon Progo dan Pamekasan Kesulitan Air Bersih

Achmad menyampaikan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan dianalisis dengan membandingkannya terhadap sensus ekonomi periode sebelumnya.

Perbandingan ini dinilai penting untuk melihat pergeseran struktur ekonomi di masyarakat, termasuk kemunculan jenis usaha baru serta perubahan pola bisnis yang berkembang.

“Pelaksanaan sensus kali ini memiliki pendekatan berbeda karena mulai mengakomodasi lebih banyak aktivitas usaha berbasis digital. Sektor e-commerce atau bisnis online akan menjadi salah satu fokus utama dalam pendataan tahun ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Achmad menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait, khususnya dalam pengumpulan data pelaku usaha di wilayah Kulon Progo. Ketersediaan data yang rinci dinilai akan mempermudah petugas dalam menjangkau responden yang menjadi target sensus.

Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan metode pengisian formulir secara mandiri. Langkah ini dianggap lebih efisien karena dapat mengurangi kebutuhan jumlah petugas lapangan yang harus diterjunkan.

“Semakin banyak pelaku usaha yang mengisi secara mandiri, maka kebutuhan petugas di lapangan juga akan semakin berkurang,” ujar Achmad.

Sementara itu, dikutip dari Antara, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, sebelumnya mengungkapkan bahwa pendapatan petugas sensus berpotensi mencapai jutaan rupiah per bulan. Besaran tersebut bergantung pada jumlah responden yang berhasil didata, dengan estimasi berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta.

BACA JUGA  Harga Cabai Mulai Melambung Mencapai Rp 75.000 / Kilogram untuk Jenis Rawit Merah

“Untuk pelaksanaan sensus secara nasional, BPS memperkirakan kebutuhan sekitar 190 ribu petugas lapangan. Mereka akan bertugas mendata jutaan unit usaha di seluruh Indonesia, mulai dari usaha kecil seperti warung kelontong dan pedagang pasar hingga perusahaan skala menengah dan besar,” jelas Sonny.

Sonny juga membuka peluang bagi berbagai kalangan untuk terlibat, termasuk mahasiswa, dosen, dan akademisi, mengingat program ini bersifat padat karya dan dilaksanakan secara luas di seluruh wilayah Indonesia.

Syarat dan Kriteria Petugas Sensus Ekonomi 2026 BPS

Persyaratan Umum

a. Warga Negara Indonesia;
b. Bukan Aparatur Sipil Negara/TNI/Polri;
c. Sehat jasmani/rohani;
d. Disiplin dan berkomitmen;
e. Bersedia bekerja terikat kontrak;
f. Bersedia mengikuti pelatihan;
g. Mampu berbahasa Indonesia dengan baik serta membaca dan menulis huruf latin;
h. Mampu berkomunikasi dengan baik;
i. Diutamakan berpendidikan minimal tamat SMA/sederajat;
j. Diutamakan berdomisili di wilayah pendaftaran dan dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari Desa/Kelurahan setempat.
k. Diutamakan berumur 17 s.d. 50 tahun pada saat registrasi;
l. Diutamakan memiliki, menguasai, dan dapat menggunakan komputer/gadget/tablet/smartphone;
m. Diutamakan memiliki dan mampu mengendarai kendaraan bermotor;
n. Mampu bekerjasama dan berkoordinasi dengan anggota tim, pegawai BPS, Aparatur Desa/Kelurahan, Ketua Pengurus SLS, dan lain-lain.
o. Registrasi secara mandiri pada Sobat BPS.
p. Diutamakan berpengalaman dengan kegiatan sensus/survei di BPS.

BACA JUGA  Dugaan Keracunan Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Nanggulan: Pasokan Katering Diberhentikan Sementara

Persyaratan Khusus

Memiliki gadget/tablet/smartphone dengan spesifikasi minimum:

a. OS android minimum 7 (Nougat)
b. Layar minimum 5 inci
c. Prosesor Quadcore minimum 1,4 GHz
d. RAM minimum 4 GB (free 2 GB)
e. Storage internet minimum 32 GB
f. Terkoneksi dengan internet (wifi atau 3D/4G/LTE)
g. GPS harus aktif

Dokumen yang perlu disiapkan

a. Email yang masih aktif
b. Foto KTP
c. Foto Ijazah
d. Nomor Rekening yang masih aktif
e. Surat Keterangan domisili dari Desa/Kelurahan.

Liputan: Bagus Aryo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *