Kulon Progo, Proliman News – Program Padat Karya di Kabupaten Kulon Progo tahun 2026 ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kulon Progo Bambang Sutrisno mengatakan pada tahun 2026 ini Program Padat Karya Hibah LPMKal (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan) akan dilaksanakan di 39 titik sementara pada tahun 2025 lalu hanya di 29 titik atau ada peningkatan 10 titik lokasi padat karya.
“Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 100 juta pertitik lokasi padat karya sehingga total APBD Kabupaten Kulon Progo yang dialokasikan untuk Program Padat Karya Hibah LPMKal (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan) tahun 2026 ini mencapai Rp 3,9 miliar,” terang Bambang Sutrisno di kantornya Kamis (7/5/2026).
Bambang Sutrisno menyatakan program Padat Karya tahun 2026 ini merata hampir di seluruh kapanewon di wilayah kabupaten Kulon Progo.
“Menyebar ya, dari 12 kapanewon hanya Temon yang tidak ada,” katanya.
Adapun pelaksanaaannya, program Padat Karya tahap pertama dilaksanakan pada April hingga Juni di 15 titik kemudian tahap kedua pada Mei hingga Juli di 24 titik.
“Lokasi yang dipilih mendapatkan program padat karya hibah LPMKal ini merupakan hasil Musrenbang. Berdasarkan usulan dari bawah mulai musduk, muskal mengenai infrastruktur yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Pemilihan lokasi sasaran juga mempertimbangkan kondisi ekonomi warga. Memprioritaskan lokasi dengan populasi penduduk yang kurang mampu.
Karena masyarakat yang akan bekerja kemudian mendapatkan tambahan penghasilan dari upah kerja yang mereka terima.
“Jadi keuntungan ganda. Warga yabg bekerja dapat upah dan infrastruktur yang dibutuhkan warga juga terbangun,” terang Bambang.
Liputan ; W Maryanti



