PHRI Kulon Progo Dorong Wisata Terintegrasi untuk Tingkatkan Lama Tinggal Wisatawan

Ketua BPC PHRI Kulon Progo R. H. Sumantoyo saat memberikan sambutan pada acara Culinary connect di Morazen YIA pada Selasa (12/5/2026). (Foto Anung Marganto)

Kulon Progo, Proliman.news – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo mendorong pengembangan wisata terintegrasi antara destinasi, hotel, dan kuliner lokal guna meningkatkan lama tinggal wisatawan di wilayah tersebut.

Ketua BPC PHRI Kulon Progo R. H. Sumantoyo mengatakan selama ini sebagian wisatawan masih menjadikan Kulon Progo sebagai daerah lintasan menuju Yogyakarta maupun Bandara YIA. Karena itu, diperlukan strategi agar wisatawan tidak hanya datang dan pergi, tetapi juga menginap serta berbelanja di daerah.

“Wisatawan jangan hanya singgah lalu pulang. Tantangannya bagaimana membuat mereka tinggal lebih lama sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat,” kata Sumantoyo dalam kegiatan UFS Culinary Connect di Morazen Hotel Kulon Progo, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang digelar Unilever Food Solutions Indonesia bersama PHRI Kulon Progo itu dihadiri Penasehat BPC PHRI Kulon Progo H.M. Noor Harish, General Manager Morazen Hotel David, dan Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kulon Progo Saryanto.

Menurut R. H. Sumantoyo, pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi wisata. Pelaku usaha hotel dan restoran perlu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap, termasuk melalui inovasi kuliner berbasis potensi lokal.

Ia menilai kuliner dapat menjadi penguat identitas wisata daerah sekaligus daya tarik tambahan bagi wisatawan. Karena itu, pelaku usaha didorong menghadirkan menu kreatif yang tetap mempertahankan karakter lokal.

BACA JUGA  Tim Pengendali Inflasi Daerah DIY Terjun ke Pasar Tradisionail, Stok Pangan Jelang Lebaran Aman !

PHRI Kulon Progo juga berupaya menarik pelaku industri pariwisata dan travel agent dari Surakarta untuk datang ke Pantai Glagah dan sejumlah destinasi lain di Kulon Progo.

“Kami ingin pelaku wisata melihat langsung potensi daerah ini. Pantai Glagah memiliki panorama pagi dan sore yang menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Program Culinary Connect menghadirkan demo memasak, edukasi pengembangan menu, dan kompetisi memasak bagi pelaku usaha kuliner anggota PHRI Kulon Progo.

Country Marketing Lead Unilever Food Solutions Indonesia, Raditya Beer, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha kuliner daerah agar mampu mengikuti tren pasar dan memperkuat daya saing usaha.

Sementara itu, Saryanto mengatakan sektor kuliner memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata Kulon Progo. Menurut dia, sinergi pemerintah dan pelaku usaha dibutuhkan agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Liputan: Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *