Kulon Progo, Proliman News – Hari ini Senin (8/6/2026) tidak ada petani yang semangat petik atau panen cabai di sepanjang Pesisir Selatan Kulon Progo.
“Petani lagi males (malas, red), tidak ada yang petik. Kita tunggu besuk seperti apa perkembangannya,” ujar Ngatimin, Ketua Kelompok Tani Sido Dadi, Trisik, Banaran, Galur, Kulon Progo, ketika diminta konfirmasinya.
Diproleh keterangan malas petik cabai ini karena kemarin Minggu (7/6/2026) harga lelang jatuh di harga Rp 22.900 per kilogram, atau merupakan harga terendah selama musim panen ini.
Namun beberapa petani mengatakan, besuk kemungkinan para petani akan kembali melakukan petik cabai karena jika tidak segera dipetik ccabai akan membusuk di batang.
“Eman-eman ( mubadzir, red). Tetap dipetik meski harga lelang kemungkinan akan lebih buruk dari sekarang. Karena kalau harga rendah, harga yang diperoleh kadang hanya cukup untuk ongkos petik, petani tidak dapat untung,” ujar Sumaryanto
Melalui satus di nomor pribadinya bahkan Ketua kelompok Tani Sido Dadi Trisik, Banaran, Galur, Kulon Progo Ngatimin memasang status menggelitik.
“Lombok sepi. Ngapunten (mohon maaf) tidak bisa nuruti permintaan,” tulisnya melalui status di nomor pribadinya sembari menunjukkan ;pol lelang tidak ada sebutir cabai pun.
Ia meminta maaf tidak bisa memenuhi permintaan pedagang yang order cabai karena kondisi sepi. Karena hari ini tidak ada pasokan cabai panen petani ke pol cabai Sido Dadi.
Ketika dikonfirmasi, Ngatimin mengatakan, besok kemungkinan tetep dipetik.
Tetapi hari ini petani lagi males karena kemarin harga lelang hanya ada di angka Rp 22.900 atau nyaris mendekati harga terendah atau angka BEP.
Harga tersebut turun drastis dari sehari sebelumnya yang mencapai Rp 31.666 rupiah per kilogram atau merosot Rp 8.700 rupiah per kilogramnya.
Liputan : Suyono Sugondo



