Yogyakarta, Prolimannews – Tim nasional Jerman memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan performa menyerang yang sangat mematikan. Menghadapi tim debutan Curaçao dalam laga perdana Grup E di Houston Stadium, Amerika Serikat, Senin (15/6) dini hari WIB, Die Mannschaft menang telak dengan skor mencolok 7-1.
Kemenangan ini sekaligus mengulang memori skor legendaris saat Jerman menghancurkan tuan rumah Brasil di semifinal Piala Dunia 2014 silam.
Jalannya Pertandingan
Jerman langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Pertandingan baru berjalan enam menit, Felix Nmecha berhasil membuka keunggulan Jerman memanfaatkan umpan matang dari Florian Wirtz lewat sepakan first-time yang merobek jala Eloy Room.
Meski terus digempur, Curaçao yang berstatus sebagai negara paling kecil dalam sejarah yang mampu lolos ke Piala Dunia, menolak untuk menyerah begitu saja. Pada menit ke-21, stadion bergemuruh saat Livano Comenencia mencetak gol penyeimbang kedudukan menjadi 1-1 melalui tendangan kaki kiri yang sempat berbelok arah. Ini merupakan gol pertama dan bersejarah bagi Curaçao di panggung Piala Dunia.
Namun, kelas Jerman sebagai juara dunia empat kali berbicara. Pada menit ke-38, bek tengah Nico Schlotterbeck merestorasi keunggulan Jerman lewat sundulan tajam menyambut sepak pojok Nathaniel Brown. Tepat sebelum turun minum (45+5′), Kai Havertz memperlebar keunggulan menjadi 3-1 lewat eksekusi penalti tenang setelah Nmecha dilanggar di kotak terlarang.
Babak Kedua: Pesta Gol Tanpa Ampun
Memasuki paruh kedua, anak asuh Julian Nagelsmann tidak menurunkan intensitas serangan sama sekali. Baru 69 detik babak kedua berjalan, Jamal Musiala langsung mengubah papan skor menjadi 4-1 setelah mengonversi umpan terobosan cerdik dari Joshua Kimmich.
Dominasi Jerman makin menjadi-jadi di sisa waktu pertandingan:
Menit 68: Bek kiri Nathaniel Brown menandai debut Piala Dunianya dengan gol voli indah memanfaatkan assist Deniz Undav.
Menit 78: Pemain pengganti Deniz Undav ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Kimmich.
Menit 88: Kai Havertz melengkapi penampilannya dengan mencetak brace (gol kedua) lewat sontekan cip cerdas yang mengecoh kiper lawan, sekaligus menutup laga dengan skor akhir 7-1.
Adu Taktik Dua Generasi: Laga ini mencatatkan rekor jarak usia terbesar antara dua pelatih dalam sejarah Piala Dunia. Pelatih Curaçao, Dick Advocaat (78 tahun 260 hari), menjadi pelatih tertua dalam sejarah turnamen, berhadapan dengan Julian Nagelsmann (38 tahun 326 hari) selaku pelatih termuda di edisi kali ini.
Kembalinya Sang Legenda: Kiper veteran Manuel Neuer kembali mengawal gawang Jerman di turnamen resmi setelah memutuskan membatalkan pensiun internasionalnya kurang dari sebulan lalu.
Dengan hasil ini, Jerman berhak mengamankan posisi puncak klasemen sementara Grup E dengan raihan 3 poin. Pada laga berikutnya, Jerman dijadwalkan akan menantang Pantai Gading di Toronto, sedangkan Curaçao harus segera bangkit saat menghadapi Ekuador di Kansas City.
Liputan: Galang Andika Pratama



