Yogyakarta, Prolimannews – Tim Nasional Maroko sukses memetik poin penuh dalam laga kedua babak penyisihan grup Piala Dunia 2026. Bertanding di Gillette Stadium, Foxborough, tim berjuluk Singa Atlas tersebut menyudahi perlawanan sengit Skotlandia dengan skor tipis 1-0.
Hasil positif ini sekaligus memperpanjang rekor impresif Maroko yang belum terkalahkan dalam 31 pertandingan terakhir mereka di semua ajang.
Maroko langsung menghentak begitu peluit babak pertama dibunyikan. Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Brahim Díaz mengirimkan umpan matang kepada Ismaël Saibari. Meski dikawal ketat oleh pemain bertahan Skotlandia hingga melebar ke sudut yang sulit, Saibari dengan cerdik melepaskan tembakan melengkung yang menghujam deras ke pojok atas gawang. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Maroko.
Tertinggal gol cepat, Skotlandia mencoba bangkit, namun koordinasi lini tengah mereka sering kali goyah. Gelandang Maroko, Azzedine Ounahi, sempat nyaris menggandakan keunggulan memanfaatkan kesalahan Ryan Christie, tetapi umpannya gagal dijangkau rekan setimnya.
Dominasi Maroko terus berlanjut sepanjang paruh pertama. Kiper Skotlandia, Angus Gunn, dipaksa jatuh bangun menyelamatkan gawangnya, termasuk saat menghalau peluang emas dari Achraf Hakimi pada menit ke-18. Sementara itu, Skotlandia hanya mampu menciptakan satu serangan bersih di babak pertama lewat penetrasi Andy Robertson yang mengirim umpan silang kepada John McGinn, namun sepakan sang kapten masih melebar akibat sudut yang terlalu sempit.
Memasuki babak kedua, The Tartan Army (julukan Skotlandia) tampil lebih agresif demi memburu gol penyeimbang. Mereka sempat mengklaim penalti ketika John McGinn dijatuhkan oleh Neil El Aynaoui di kotak terlarang, namun wasit I. Tantashev asal Uzbekistan tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Perlahan tapi pasti, Maroko kembali memegang kendali permainan. Saibari nyaris mencetak gol keduanya andai sepakan kerasnya tidak membentur mistar gawang. Tak lama berselang, sundulan Bilal El Khannouss memanfaatkan situasi sepak pojok juga berhasil ditepis secara gemilang oleh Angus Gunn.
Meskipun Skotlandia meningkatkan intensitas serangan di menit-menit akhir lewat upaya Scott McTominay, kokohnya pertahanan Maroko membuat mereka frustrasi. Berdasarkan statistik akhir laga, Skotlandia memegang 41% penguasaan bola dengan 6 tembakan, namun jarang sekali menguji ketangguhan Yassine Bounou di bawah mistar Maroko. Sebaliknya, Maroko mendominasi dengan 59% penguasaan bola dan melepaskan 12 tembakan (3 peluang emas). Skor 1-0 tetap bertahan hingga laga usai.
Liputan: Galang Andika Pratama



