Kulon Progo, Proliman News – Pembangunan SD Bugel menuai kritik tajam karena hasil sidak Komisi 3 DPRD Kulon Progo menunjukkan gedung baru tersebut banyak masalah.
“Intinya, ya sangat disayangkan penggunaan anggaran yang cukup besar yakni mencapai Rp 3,3 miliar dari APBD Kulon Progo . Anggaran yang cukup besar, dan diharapkan untuk pembangunannya itu bisa mendukung kegiatan belajar mengajar di SD Bugel, tapi ternyata pekerjaannya ya terlihat asal-asalan,” ujar Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo Edi Priyono, Kamis (5/6/2026).
Ia mengatakan, bangunan tersebut menurut catatan Komisi 3 dan laporan masyarakat, atapnya bergelombang, itu kan tandanya kayu rangka dan usuk menggunakan kayu yang tidak lurus, atau malah barangkali asal kayu saja yang dipakai itu.
Kemudian pintunya, pintu juga slotnya bukan slot yang aman untuk anak-anak.
Terbukti beberapa kali anak-anak terkunci di kamar mandi dan di kelas karena slotnya itu macet.
“Ya mestinya ya menggunakan slot pintu yang ramah bagi anak-anak, ini tentu masalah jika tidak ada pencermatan,” katanya.
Selain atapnya bergelombang, bangunan yang menelan biaya Rp 3,3 miliar tersebut dinilai tidak sesuai spek.
Sehingga kayu rangkanya diperkirakan tidak bagus, tidak presisi, sehingg atap dan plafonnya mleyat mleyot.
Selain itu dindingnya banyak yang retak-retak serta cat dinring tidak rata, alias asal-asalan.
Yang menyedihkan, pintu-pintu banyak yang tidak berfungsi sehingga pintu kamar mandi sudah empat kali membuat siswa tidak bisa keluar karena pintu tidak bisa dibuka.
Gedung SD Bugel ini merupakan relokasi, karena gedung lama harus dibongkar keterjang pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Komisi 4 DPRD Kulon Progo berpendapat, pembangunan Gedung SD Bugel bermasalah. Gedung ini mestinya membuat proses belajar mengajar nyaman aman dan menyenangkan.
“Tetapi dengan kondisi seperti itu, semua pihak jadi was-was,” ujar Edi Priyono Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo.
Bahkan disebutkan kualitas bangunan baru tersebut tidak lebih baik dibanding gedung lama yang kini sudah dibongkar.
“Dibanding kualitas gedung lama, gedung baru ini jauh. Ini berbahaya untuk kenyamanan dan keselamatan penggunanya, kami minta semua pihak tidak menutup mata,” tambahnya.
Edi Priyono mengatakan, sejumlah kerusakan dan kekurangan pada bangunan yang baru selesai dibangun akhir 2025 itu dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Edi Priyono, mengatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan beberapa bagian bangunan telah mengalami kerusakan meski usia gedung masih tergolong baru.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dikeluarkan.
Ia juga meminta semua intsitusi yang terkait dengan pembangunan Gedung SD Bugel diminta turun tangan segera, sebelum gedung baru tersebut menjadi biang masa;lah yang serius.
Liputan : Suyono Sugondo



