Pati, Proliman News – Media sosial ramai unggahan masyarakat menyambut “bebasnya” dua pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono (Botok) dan Teguh Isdiyanto.
“Pendukung Sudewo nangis garing sembunyi ke hutan karena malu,” komentar netizen menggapai unggahan bebasnya Botok dan Teguh.
“Nandur becik tukule yo becik, yen nandur olo tukule yo olo Mas Botok dan Mas Teguh ki nandure apik mulo tukule yo apik buktine warga Pati guyup rukun merjungne mereka berdua,” komentar netizen lain.
“Alhamdulillah Om Botok bebas, sehat-sehat ya Om Botok doaku menyetaimu,” komentar netizen lain.
“Mana pendukunge Sudewo karo balane Danang raine gok no buri jo dinggo wong salah kok di pundi-pundi Gusti alloh ora sare bolo,” komentar netizen lainnya.
“Ben ojo nyepeleke wong cilik, opo maneh Pati, “ komentar pencdek seorang netizen.
“Revolusi bermula dari Pati!” Begitu teriak salah satu orator di aksi solidaritas sidang putusan Botok dan Teguh, siang tadi.
Dua warga yang dikriminalisasi karena menyampaikan aspirasi dan kritiknya terhadap pengelola negara.
Di luar PN Pati, masyarakat berbondong-bondong ingin memberikan dukungan moral kepada dua sosok pemberani itu.
Menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusi. Kriminalisasi dan pembungkaman harus dilawan karena itu bisa terjadi ke siapa saja, termasuk diri kita. Kapanpun. Di mana pun.
“Alhamdulillah, keduanya bebas,” ujar seorang orator.
Liputan : Suyono Sugondo



