Yogyakarta, Prolimannews – Senegal menjaga asa mereka untuk melaju ke babak gugur Piala Dunia setelah meraih kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga pamungkas Grup I di BMO Field, Toronto, sebagaimana dilaporkan dalam. Kemenangan besar ini mengantarkan Senegal finis di peringkat ketiga grup, sekaligus mencatatkan rekor historis sebagai kemenangan terbesar yang pernah diraih oleh negara Afrika sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
Berdasarkan kronologi pertandingan yang dicatat, laga berjalan sangat berat sebelah sejak awal paruh pertama:
Menit 4 (Gol Cepat): Habib Diarra membuka keunggulan Senegal secara instan setelah membelokkan bola hasil sundulan Abdoulaye Seck yang memanfaatkan sepak pojok Lamine Camara.
Menit 13 (Petaka Kartu Merah Irak): Bek Irak, Rebin Sulaka, diganjar kartu merah langsung oleh wasit Anthony Taylor setelah menjatuhkan Sadio Mané yang terlepas bebas. Bermain dengan 10 orang membuat pertahanan Irak hancur lebur.
Menit 56: Ismaïla Sarr menggandakan keunggulan Senegal menjadi 2-0 lewat sepakan jarak dekat setelah menerima umpan matang dari Lamine Camara.
Menit 59 & 71 (Brace Pape Gueye): Hanya dua menit setelah masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-57, Pape Gueye mencetak gol indah lewat tendangan kaki kiri ke pojok atas gawang. Ia kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-71 setelah memanfaatkan operan Iliman Ndiaye.
Menit 82: Iliman Ndiaye menutup pesta gol Senegal menjadi 5-0 melalui tembakan akurat ke sudut atas gawang yang dikawal kiper pengganti Irak, Jalal Hassan.
Pape Gueye (Senegal) dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga ini setelah memberikan dampak instan yang luar biasa melalui torehan dua gol dan satu assist pasca masuk dari bangku cadangan.
Skenario Babak Selanjutnya
Kemenangan ini menempatkan Senegal di peringkat kelima dalam klasemen sementara tim peringkat ketiga terbaik. Karena masih ada lima grup lain yang belum menyelesaikan pertandingan, posisi Senegal untuk lolos ke babak 32 besar masih harus menunggu hasil akhir grup-grup tersebut. Di sisi lain, kekalahan telak ini memastikan Irak tersingkir dari turnamen tanpa raihan satu poin pun di dasar klasemen.
Liputan: Galang Andika Pratama



