Kasus Penusukan Dua Santri Ponpes Al Munawir Krapyak Menyisakan Kengerian Kehidupan Malam di Yogyakarta

Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Yogyakarta hari ini menggelar demo di Mapolda DIY.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News– Dua orang santri Ponpes Al Munawir Krapyak, Yogyakarta menjadi korban penusukan sekelompok orang yang diduga Kelompok Timor.

Kedua santri tersebut yakni Shafiq Faskha (laki-laki) usia 19 tahun asal Gunung Mulya, Kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Status sebagai Pelajar / Santri Al Munawir Krapyak.

Kedua, Muhammad Aufal Maromi (laki-laki) asal DK Koroyo RT/RW 002/001 Panggungroyom, Wedarijaksa, Jawa Tengah.

Keduanya menjadi korban pengeroyokan dan penusukan oleh sekelompok orang yang diduga sebagai Kelompok Timor tanpa sebab yang jelas.

Keduanya dikeroyok dan ditusuk ketika sedang mengantri pesanan sate ayam di sebuah warung sate di Prawirotaman Yogyakarta.

Beredar kronologis peristiwa pengeroyokan dan penusukan dua santri ini berdasarkan keterangan tiga orang saksi sebagai berikut :

Menurut saksi pertama, saksi sedang ngopi di angkringan utara perempatan Timuran (perempatan Prawirotaman) saat itu melihat beberapa orang yang diduga pok timur yang sedang bergerombol di Lukku Cafe kurang lebih 15 orang di warung miras Outlet 23 Prawirotaman.

Selang beberapa saat ada lebih kurang 5 orang menyeberang jalan menuju warung sate madura dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap dua orang pria yang sedang mengantri membeli sate.

Adannya keributan tersebut sekelompok orang yang diduga Pok Timur yang masih berada di Lukku Cafe berhamburan menyeberang jalan dan ikut serta melakukan pengeroyokan terhadap kedua korban serta serta memukuli dengan balok kayu.

BACA JUGA  Ketua MUI Diundang Raja Salman Ali Su'ud Berbicara Tentang Kenapa Visa Haji Furoda Tidak Terbit

Sesaat kemudian saksi melihat adannya penusukan yang dilakukan salah satu dari Pok Timur terhadap korban sehingga membuat korban terkapar dan korban satu berhasil melarikan diri ke arah Barat (Tirtodipuran).

Melihat kejadian pengeroyokan tersebut masyarakat yang berada diseputaran TKP langsung berinisiatif melakukan pertolongan terhadap korban dengan cara melempari batu ke arah Pok Timur sambil berteriak teriak tanpa mendekati TKP.

Setelah masyarakat berkumpul disekitaran TKP gerombolan Pok Timur tersebut melarikan diri ke arah utara (Pojok Beteng Timur) dengan menggunakan sepeda motor sekitar 8 motor berboncengan.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pratama untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Saksi lain atau saksi dua yang sedang  makan iga di depan Ulu Cafe Jl. Tirtodipuran No.2, Mantrijeron, Kapanewon Mantrijeron, Kota Yogyakarta,  mendengar adannya suara  ribut-ribut di depan sate ayam madura, lalu keluar untuk melihat kejadian tersebut dan melihat ada keributan serta pengeroyokan yang dilakukan oleh diduga orang Timur.

Saksi ini berinisiatif untuk membantu untuk melerai dengan dibantu warga sekitar, tetapi karena dari Pok Timur tersebut terlihat ada yang menggunakan badik dan pisau maka saksi kedua ini dan warga hanya berani menghalau mereka dengan meneriaki serta melempar batu ke arah Pok Timur tersebut dan selang beberapa saat Pok Timor tersebut melarikan diri ke arah utara.

Saksi tiga menjelaskan tahu adanya rombongan orang timur yang berada di Luku Cafe yang di perkirakan ada 10 orang lebih.

BACA JUGA  23 PCNU se - Jateng Gelar Lamaran Agung Gus Yusuf Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Saksi ini mengetahui bahwa rombongan orang timur tersebut sempat melempar galas ke arah timur jalan yang mengenai Trans Jogja yang sedang melintas di jalan tersebut sehingga memicu pembeli sate yang berada di timur jalan melihat rombongan tersebut.

Selang beberapa saat terjadi keributan yang di lakukan oleh rombongan orang timur dengan mendatangi pembeli sate yang berada di Barat jalan depan counter Aditya Cell dan melakukan penusukan terhadap korban (pembeli sate).

Tidak puas dengan pengeroyokan dan penusukan tersebut rombongan yang diduga Pok Timur melakukan pengerusakan toko Dewi Tara yang berada di belakang penjual Sate Ayam Madura dan samping counter Aditya Cell sehingga  mengalami kerugian pecah kaca toko dan beberapa gelas pecah.

Melihat adannya beberapa massa yang meneriaki dan melempari batu  ke arah Pok Timur tersebut , rombongan Pok Timur melarikan diri ke arah Pojok Beteng Timur.

Liputan : Reynaldy Dwi Maulady

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *