SPMB SMP Kulon Progo 2026 Belum Optimal, Dikpora: Ada Ratusan Kursi Kosong, Jumlah Lulusan Wilayah Perbukitan Jadi Penyebab

Kepala Dikpora Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M menyatakan hasil SPMB Kulon Progo 2026 akan dievaluasi secara menyeluruh.
Kepala Dikpora Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M menyatakan hasil SPMB Kulon Progo 2026 akan dievaluasi secara menyeluruh.

Kulon Progo, prolimannews.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri di Kabupaten Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 resmi berakhir pada 30 Juni 2026.

Meski mayoritas sekolah telah menerima peserta didik sesuai target, hasil akhir pelaksanaan SPMB masih menyisakan ratusan bangku yang belum terisi sehingga menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo.

Dari total daya tampung sebanyak 4.544 kursi di 36 SMP Negeri, sebanyak 4.013 kursi berhasil diisi calon peserta didik baru atau sekitar 88,3 persen.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 531 kursi yang belum terisi hingga pendaftaran SPMB di Kulon Progo ditutup.

Menurut Dikpora, persoalan utama bukan terletak pada rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, melainkan ketimpangan persebaran calon siswa di sejumlah wilayah.

Perbedaan kondisi terlihat jelas antara sekolah di wilayah dataran dan kawasan Perbukitan Menoreh. SMP Negeri yang berada di Kapanewon Temon, Wates, Panjatan, dan Galur mencatat keterisian 100 persen. Bahkan, di Kapanewon Nanggulan sempat terjadi kelebihan pendaftar sebelum akhirnya jumlah siswa disesuaikan setelah beberapa peserta mengundurkan diri.

Sebaliknya, sekolah-sekolah di Girimulyo dan Samigaluh menghadapi situasi berbeda. Tingkat keterisian di dua wilayah tersebut hanya sekitar separuh dari kapasitas yang tersedia sehingga sejumlah sekolah memperoleh murid baru dalam jumlah sangat sedikit.

Data Dikpora menunjukkan SMP Negeri 4 Pengasih dan SMP Negeri 3 Samigaluh menjadi sekolah dengan jumlah peserta didik baru paling rendah. Keduanya hanya menerima lima siswa dari total kapasitas 64 kursi.

BACA JUGA  Jaga Kekompakan Ronda, Satkamling Tegowanu Sentolo Dinilai Tim Polres Kulon Progo

Selain itu, SMP Negeri 3 Kokap memperoleh 17 siswa, SMP Negeri 4 Girimulyo menerima 22 siswa, sedangkan SMP Negeri 2 Samigaluh memperoleh 24 siswa.

Secara keseluruhan terdapat lima sekolah yang jumlah peserta didik barunya tidak mencapai 30 orang.

Sementara itu, 31 SMP Negeri lainnya berhasil menerima lebih dari 30 siswa dan sebagian besar mampu memenuhi kuota yang tersedia.

Selain melihat persebaran siswa, Dikpora juga mengevaluasi hasil penerimaan berdasarkan jalur seleksi.

Jalur Domisili Radius, Domisili Wilayah, dan Afirmasi memiliki tingkat keterisian yang tinggi. Namun, Jalur Prestasi belum mampu menyerap seluruh kuota yang disediakan.

Dari alokasi 1.136 kursi Jalur Prestasi, hanya 958 kursi yang terisi atau sekitar 84,3 persen.

Sementara Jalur Mutasi kembali menjadi jalur dengan peminat paling sedikit, yakni hanya enam siswa dari total 213 kursi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Drs. Nur Wahyudi, M.M., mengatakan hasil SPMB tahun ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, berkurangnya jumlah lulusan SD/MI di wilayah Perbukitan Menoreh menjadi faktor utama yang menyebabkan minimnya calon peserta didik di sejumlah SMP Negeri.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyusun kajian terkait penataan satuan pendidikan, termasuk membuka peluang pelaksanaan regrouping atau penggabungan sekolah agar penyelenggaraan pendidikan menjadi lebih efektif dan kualitas layanan tetap terjaga.

BACA JUGA  Resmi Dipimpin Joko Mursito, Pengurus Baru PBVSI Kulon Progo Ditantang Buktikan Prestasi

Terkait rendahnya serapan Jalur Prestasi, Nur Wahyudi menegaskan evaluasi juga akan difokuskan pada proses sosialisasi kepada masyarakat.

“Evaluasi akan dilakukan, termasuk meninjau efektivitas sosialisasi mengenai persyaratan administrasi prestasi agar kuota pada jalur tersebut dapat dimanfaatkan lebih optimal pada pelaksanaan SPMB berikutnya,” katanya.

Melalui evaluasi tersebut, Dikpora berharap pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Kulon Progo dapat terus ditingkatkan, baik bagi siswa di wilayah perkotaan maupun kawasan Perbukitan Menoreh, sehingga seluruh anak memperoleh kesempatan belajar dengan layanan pendidikan yang berkualitas.

Liputan: Bagus Aryo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *