Yogyakarta, Prolimannews – Tim nasional Mesir berhasil mengukir tinta emas baru dalam sejarah sepak bola mereka. Skuad The Pharaohs sukses melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Australia lewat babak adu penalti yang mendebarkan dengan skor 4-2, menyusul hasil imbang 1-1 selama 120 menit. Ini merupakan kemenangan pertama Mesir di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.
Pada 5 menit awal, tendangan jarak jauh Cristian Volpato hampir membawa Australia unggul, namun bola membentur tiang gawang. Tak lama berselang, tekel krusial dari Rami Rabia berhasil menggagalkan pergerakan berbahaya Jordan Bos.
Pada menit 13, Mesir sukses mencuri keunggulan. Umpan silang matang dari Karim Hafez berhasil disundul dengan sempurna oleh Emam Ashour di tiang jauh untuk menaklukkan kiper Australia.
Memasuki babak kedua, saat menit ke-55, keunggulan Mesir sirna. Berawal dari skema tendangan bebas Australia, tekanan dari Connor Metcalfe memaksa bek Mesir, Mohamed Hany, melakukan gol bunuh diri yang mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Pertandingan terus berjalan sengit hingga babak perpanjangan waktu (extra time). Menjelang adu penalti, tepatnya pada menit ke-119, pelatih Australia Tony Popovic melakukan pergantian kiper taktis dengan memasukkan Mathew Ryan untuk menggantikan Patrick Beach.
Pergantian kiper Australia sayangnya tidak berbuah manis. Penendang pertama Australia, Harry Souttar, melambungkan bolanya jauh di atas mistar. Di sisi lain, Mohamed Salah menunjukkan ketenangan luar biasa dengan melakukan eksekusi penenka. Kegagalan penendang keempat Australia, Lucas Herrington, memberikan ruang bagi Hossam Abdelmaguid untuk menjadi pahlawan dengan mengunci kemenangan penalti Mesir menjadi 4-2.
Liputan: Galang Andika Pratama



