MTQ Kulon Progo 2026 Dibuka di Lendah, Wabup Ingatkan Al-Qur’an Tak Berhenti Sebagai Bacaan Seremonial

(Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026 resmi dibuka di SMA Negeri 1 Lendah, Sabtu (4/7/2026). Ajang syiar Islam yang diikuti ratusan peserta tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi tahunan, tetapi mampu mendorong penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

 

Pembukaan MTQ dihadiri Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jazil Ambar Was’an, unsur DPRD, Kementerian Agama, Forkopimda, Baznas, PCNU, PDM, MUI, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ harus dimaknai lebih luas daripada sekadar perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hadir dalam perilaku sosial masyarakat.

“Al-Qur’an jangan hanya menjadi bacaan dalam kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pedoman hidup, penerang hati, dan landasan dalam bertindak sehari-hari. Melalui MTQ ini kita ingin membangun masyarakat Kulon Progo yang religius, damai, dan berkeadaban,”* ujar Ambar saat membuka kegiatan.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun prestasi yang diraih, melainkan dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman kehidupan.

Sementara itu, Wakil Ketua I LPTQ Kulon Progo H.M. Wahib Jamil menjelaskan, MTQ 2026 mengangkat tema “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup menuju masyarakat yang religius dan beradab”. Tema tersebut dinilai relevan dengan upaya memperkuat karakter masyarakat di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.

BACA JUGA  Membanggakan, Tim Pantomim SMPN 2 Wates Raih Juara 3 FLS2N Tingkat Kabupaten Kulon Progo

“MTQ menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dilombakan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tahun ini terdapat sekitar 312 peserta yang mengikuti 13 cabang perlombaan,” katanya.

Selain perlombaan, pembukaan MTQ juga diisi dengan penyerahan piala bergilir LPTQ serta penghargaan kepada ahli waris dua tokoh agama asal Lendah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an.

Panewu Anom Lendah Susana Budiarti mengatakan, kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi masyarakat Lendah. Ia berharap MTQ dapat menjadi ruang memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

“MTQ tidak boleh berhenti pada orientasi prestasi semata. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat membumikan Al-Qur’an terus tumbuh, sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ungkap Susana.

Liputan W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *