Tingkatkan Mekanisasi Pertanian, DPP Kulon Progo Gelar Pelatihan Operator Traktor Roda Empat

(Foto: ANTARA/HO-DPP Kulon Progo)

​Kulon Progo, Proliman News — Dalam upaya mengoptimalkan mekanisasi di sektor pertanian sekaligus mendongkrak kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar pelatihan khusus bagi para operator traktor roda empat. Pelatihan tersebut dilaksanakan di kawasan Bulak Gapoktan Panca Manunggal, Kalurahan Sogan.

​Ketua Tim Kerja Sarana dan Pengembangan Usaha TPHBun DPP Kulon Progo, Kirmi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan langkah tindak lanjut pascapenyerahan bantuan traktor roda empat dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern tersebut sebelumnya telah diserahkan langsung oleh Bupati Kulon Progo kepada Gapoktan Panca Manunggal pada Juni 2026 lalu.

​”Pelatihan ini diselenggarakan untuk memastikan bahwa para operator memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengoperasikan alsintan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kami ingin mereka tidak hanya mahir menggunakannya, tetapi juga mampu melakukan perawatan dasar dan memahami keselamatan kerja agar umur ekonomis traktor ini bisa terjaga lama,” ujar Kirmi pada Kamis (9/7/2026).

​Guna memberikan pembekalan yang komprehensif, DPP Kulon Progo menggandeng teknisi dari PT Palupi Agri Berdikari, Riski Bayu, sebagai instruktur utama. Materi pelatihan dikemas secara teoretis dan praktis, meliputi pengenalan komponen-komponen utama traktor roda empat, tata cara pengoperasian yang aman, aspek keselamatan kerja, pemeliharaan harian, hingga sesi praktik langsung di area persawahan.

BACA JUGA  Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin: Penggunaan 7.500 Obor di Hari Jadi Kulon Progo Perlu Dikaji Ulang

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh Koordinator BPP Wates Lihanto bersama jajarannya, Lurah Sogan, Ketua Gapoktan Panca Manunggal, serta para anggota kelompok tani dan calon operator yang menjadi peserta pelatihan.

​Kirmi menambahkan, penguasaan aspek teknis yang baik harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab bersama dalam mengelola aset alsintan tersebut secara kolektif di tingkat kelompok tani.

​”Dengan operator yang andal dan manajemen pengelolaan yang baik, kehadiran traktor roda empat ini diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan sawah, meminimalkan ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, serta mendongkrak efisiensi dan produktivitas usaha tani,” lanjutnya.

​Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, penyedia alsintan, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, DPP Kulon Progo optimis program mekanisasi ini dapat berjalan optimal demi mewujudkan pertanian daerah yang lebih maju, mandiri, modern, dan berdaya saing sehingga produksi pangan lokal terus meningkat.

​Sebagai informasi, Kabupaten Kulon Progo saat ini memiliki lahan sawah seluas kurang lebih 10.254 hektare dengan total luas panen padi mencapai 18.836 hektare. Wilayah persawahan tersebut didominasi oleh lahan irigasi serta sawah tadah hujan yang tersebar di beberapa kecamatan utama, termasuk Kecamatan Wates dan Temon.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *