Yogyakarta, Proliman News – Gemuruh di AT&T Stadium menjadi saksi bisu dari sebuah tarian taktik yang anggun sekaligus menegangkan. Di hadapan 70.176 penonton yang memadati tribun, Spanyol sukses merajut mimpi besar mereka dengan menundukkan Prancis dua gol tanpa balas di babak semifinal Piala Dunia 2026. Kemenangan ini mengantarkan La Roja melaju ke partai final untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, sebuah pencapaian luar biasa yang telah dirindukan sejak kejayaan legendaris mereka di tahun 2010 silam.
Laga klasik benua biru ini dimulai dengan ketegangan yang merayap perlahan sejak peluit pertama ditiup oleh wasit Ilgiz Tantashev (Barton I.). Prancis sempat mencoba menghentak ketika Ousmane Dembélé mengirimkan umpan matang kepada Kylian Mbappé, namun kokohnya tembok pertahanan Spanyol yang digalang Pau Cubarsí, Pedro Porro, dan Aymeric Laporte mampu meredam ancaman tersebut dengan sangat tenang.
Petaka bagi Les Bleus hadir di menit ke-22. Kejelian penyerang muda Lamine Yamal dalam mencuri bola dari kaki Lucas Digne memaksanya dijatuhkan di area terlarang. Mikel Oyarzabal yang maju sebagai algojo titik putih melepaskan eksekusi penalti klinis yang mengecoh penjaga gawang, membuka keunggulan 0-1 untuk Spanyol.
Kesedihan Prancis kian bertambah ketika bek andalan mereka, William Saliba, terpaksa ditarik keluar pada menit ke-30 akibat cedera. Meski Bradley Barcola sempat menunjukkan kelincahannya dan Adrien Rabiot melepaskan umpan berbahaya, kesigapan kiper Unai Simón dalam memotong bola memastikan gawang Spanyol tetap suci hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, pelatih Prancis Didier Deschamps mencoba menyegarkan lini serang dengan memasukkan Manu Koné dan Dije (Désiré) Doué. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, Prancis justru kembali terhenyak pada menit ke-58.
Lewat sebuah skema kerja sama satu-dua yang manis dengan Dani Olmo, bek sayap Pedro Porro merangsek masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan terukur yang menaklukkan Mike Maignan. Gol internasional keduanya ini sekaligus menggandakan keunggulan Spanyol menjadi 0-2.
Spanyol bahkan hampir menambah kedudukan andai gol Lamine Yamal tidak dianulir karena offside tipis beberapa saat kemudian. Di sisa waktu laga, Prancis terus mengetuk pintu pertahanan Spanyol. Namun, sepakan Aurélien Tchouaméni yang melambung serta blok krusial Marc Cucurella terhadap tendangan keras Mbappé memastikan kemenangan tetap aman dalam genggaman Spanyol.
Keberhasilan ini menorehkan catatan pertahanan luar biasa bagi La Roja yang sukses menjaga clean sheet keenam mereka dari tujuh pertandingan sepanjang turnamen. Atas performa gemilangnya yang mencetak gol dan kokoh dalam mengawal lini belakang, Pedro Porro dinobatkan sebagai man of the match.
Bagi Prancis, hasil ini meninggalkan kekecewaan yang mendalam karena untuk pertama kalinya dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir, mereka gagal menapakkan kaki di partai final. Kendati demikian, turnamen ini tetap memberikan catatan terhormat bagi Didier Deschamps yang menorehkan sejarah sebagai pelatih pertama yang memimpin 26 pertandingan di panggung Piala Dunia.
Kini, bendera Spanyol berkibar tinggi menatap laga puncak. Skuad asuhan Luis de la Fuente tinggal duduk tenang menunggu pemenang antara Inggris atau Argentina untuk saling berhadapan dalam perebutan takhta tertinggi sepak bola dunia pada akhir pekan nanti.
Liputan: Galang Andika Pratama



