Kulon Progo, Proliman News – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi membuka gelaran Arung Progo Festival 2026. Event tahunan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di sepanjang daerah aliran sungai.
Festival yang memanfaatkan derasnya jeram Sungai Progo ini menarik antusiasme ratusan peserta, mulai dari atlet profesional, pencinta alam, hingga wisatawan domestik dan mancanegara.
Penyelenggaraan festival tahun ini tidak hanya sekadar kompetisi arung jeram, melainkan mencakup tiga pilar utama pengembangan daerah:
Pengembangan Sport Tourism: Membranding Sungai Progo sebagai destinasi wisata minat khusus bertaraf internasional.
Pemberdayaan UMKM: Menyediakan ruang bagi masyarakat lokal untuk memasarkan produk kuliner, kerajinan, dan oleh-oleh khas Kulon Progo di sekitar lokasi acara.
Kampanye Kelestarian Lingkungan: Mengedukasi masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kebersihan sungai melalui aksi bersih sungai massal.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo menegaskan bahwa kombinasi antara olahraga ekstrim dan pesona alam pedesaan merupakan daya tarik kuat yang terus dikembangkan.
”Arung Progo Festival 2026 adalah bukti bahwa olahraga dan pariwisata bisa berjalan beriringan untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi warga. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan standar keamanan agar destinasi ini semakin mendunia.”
Melalui integrasi sarana prasarana yang terus dibenahi pada tahun 2026 ini, Pemkab Kulon Progo optimistis target kunjungan wisatawan minat khusus dapat melonjak hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Festival ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya event-event serupa yang ramah lingkungan namun berdampak ekonomi besar.
Liputan: Galang Andika Pratama



