Kasus Keracunan Makanan Siswa SMKN 6 Semarang: Badan Gizi Nasional Tegaskan Zero Tolerance dan Bekukan Operasional Dapur

BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Belum Mengantongi SLHS per 10 Agustus 2026. (Foto/Dok)

Semarang, Proliman News — Kepala Badan Gizi Nasional melakukan kunjungan kerja langsung ke Semarang guna meninjau penanganan kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa para siswa di SMKN 6 Semarang. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat sekaligus penegasan komitmen pemerintah terhadap keselamatan program pemberian makan gratis bagi pelajar.

​Dalam keterangannya, pihak Badan Gizi Nasional menegaskan sikap zero tolerance terhadap setiap kelalaian Standar Operasional Prosedur (SOP) maupun pelanggaran dalam proses penyediaan makanan.

​Dari total sekitar 700 siswa, sebanyak 13 siswa sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan Puskesmas setempat. Saat ini, kondisi seluruh siswa dilaporkan telah membaik secara signifikan.

​Berdasarkan hasil investigasi awal, makanan diduga telah mengalami penurunan kualitas akibat jarak waktu memasak dan penyerahan yang terlalu lama. Hidangan disinyalir mulai dimasak sejak pukul 21.00 malam, namun baru dibagikan kepada para siswa pada pukul 09.00 hingga 10.00 pagi keesokan harinya.

​Saat ini, Dinas Kesehatan tengah menguji sampel bahan makanan—termasuk daun singkong dan bumbu rendang—di laboratorium, dengan perkiraan hasil yang akan keluar dalam kurun waktu 5 hingga 7 hari kerja.

​Menanggapi insiden tersebut, langkah tegas langsung diambil oleh pihak berwenang:

  • ​Pemberhentian Operasional: Operasional dapur/SPPG yang bertanggung jawab resmi di-suspend (dihentikan sementara) selama proses investigasi berlangsung.
  • ​Sanksi Administratif: Surat Peringatan (SP) dilayangkan kepada seluruh pihak terkait, mulai dari mitra penyedia, yayasan, pengelola SPPG, hingga tingkat Korcam dan jajaran pengawas di atasnya.
  • ​Penegakan Prosedur Kebersihan: Kepala dapur diinstruksikan untuk bertindak tegas tanpa kompromi, termasuk mengeluarkan petugas yang abai terhadap standar higienis seperti cuci tangan, penggunaan sarung tangan, dan masker.
BACA JUGA  Percepat Perlinsos Digital, Dinsos PPPA Kulon Progo Gembleng 255 Pendamping Sosial

​Mencegah kejadian serupa terulang kembali, Badan Gizi Nasional kini tengah menyiapkan sistem pengawasan berbasis digital berupa Lock System (Sistem Penguncian Jadwal).

​Sistem digital ini dirancang untuk mengunci dan memantau secara real-time seluruh rantai penyediaan makanan—mulai dari waktu pemotongan bahan baku, proses memasak, hingga jenis bumbu yang digunakan.

​Nantinya, sistem ini akan bersifat transparan dan dapat dipantau secara langsung oleh pihak sekolah, siswa, maupun Dinas Kesehatan demi menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disajikan.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *