Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong Boyolali, Termasuk Kitab Fiqih hingga Novel Jawa

Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong Boyolali, Termasuk Kitab Fiqih hingga Novel Jawa. (Foto/Dok)

Boyolali, Proliman News — Ratusan naskah dan dokumen kuno dari era 1917 hingga 1950-an ditemukan di sebuah rumah kosong milik almarhum Cipto Raharjo di Dukuh Tumang Tempel, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

​Temuan bersejarah tersebut mencakup beragam literatur, mulai dari naskah keagamaan, panduan tradisi Jawa, hingga karya sastra. Tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinas Arpus) Kabupaten Boyolali saat ini tengah melakukan inventarisasi dan penyelamatan artefak literasi tersebut.

​Pustakawan Ahli Pertama Perpusda Boyolali, Anang Abdul Harahab, menjelaskan bahwa tidak seluruh dokumen berupa naskah kuno tulisan tangan. Oleh karena itu, pihak dinas memprioritaskan seleksi pada manuskrip asli yang rentan rusak.

​”Ada ratusan dokumen. Kami memprioritaskan manuskrip tulisan tangan yang benar-benar naskah kuno untuk segera diselamatkan dan didigitalisasi,” ujar Anang.

​Berdasarkan identifikasi awal, koleksi naskah yang ditemukan memiliki ragam keilmuan yang cukup luas, di antaranya:

  • ​Keagamaan: Naskah Safinatun Najah, yakni kitab fiqih bertuliskan Arab Pegon yang dilengkapi terjemahan bahasa Jawa.
  • ​Tradisi & Perhitungan: Naskah Primbon Jawa, Serat Warna-Warni, dan Serat Petung yang memuat rumus perhitungan tradisional, weton lahir, hingga ramalan peruntungan.
  • ​Sastra Jawa: Karya sastra berbentuk roman dusun (novel) beraksara Jawa yang ditulis oleh almarhum Cipto Raharjo berkolaborasi dengan sosok sastrawan Padmo Sudarmo.

​Pemerintah Desa Cepogo bersama Dinas Arpus Boyolali telah berkoordinasi dengan pihak ahli waris keluarga almarhum Cipto Raharjo untuk proses penyelamatan. Untuk mendalami isi dan konteks sejarah naskah-naskah tersebut, Dinas Arpus akan menggandeng ahli filologi dan akademisi.

​Proses digitalisasi dilakukan agar kandungan ilmu pengetahuan dalam manuskrip tersebut tetap terlestarikan dan dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa merusak fisik naskah yang sudah tergolong rentan.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Wayang Jogja Night Carnival, Menghidupkan Kisah Leluhur di Tengah Masyarakat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *