Grobogan, Proliman News — Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini telah memasuki minggu ketiga. Dampak fenomena El Nino membuat ribuan kepala keluarga kesulitan mendapatkan pasokan air akibat mengeringnya hampir seluruh sumur dan sumber air warga.
Untuk meringankan beban warga terdampak, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bergerak menyalurkan bantuan air bersih. Sejak 10 Juli lalu, PMI mencatat telah mendistribusikan sebanyak 220.000 liter air bersih ke berbagai wilayah, yang sejauh ini telah menjangkau sekitar 1.430 kepala keluarga.
Kendala Armada dan Antrean Bantuan
Meski bantuan terus digelontorkan, proses pendistribusian air bersih di lapangan menghadapi kendala keterbatasan fasilitas transportasi. Saat ini, PMI Grobogan hanya memiliki dua unit armada truk tangki air.
Keterbatasan ini menyebabkan desa-desa terdampak krisis air yang telah mengajukan permohonan bantuan terpaksa harus mengantre hingga berhari-hari untuk mendapatkan giliran pasokan air bersih.
Target Distribusi dan Harapan Penambahan Fasilitas
PMI Grobogan menargetkan penyaluran air bersih hingga mencapai 1.200.000 liter yang menyasar 35 desa di wilayah Kabupaten Grobogan selama musim kemarau tahun ini.
Mengingat luasnya cakupan daerah terdampak, pihak PMI menyuarakan perlunya penambahan armada distribusi. Sebagai perbandingan, pada musim kemarau tahun 2023 lalu, dampak kekeringan meluas hingga mencakup 67 desa di 18 kecamatan di Kabupaten Grobogan.
Liputan: Galang Andika Pratama



