Yogyakarta, Proliman News — Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menjadikan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta sebagai penggerak utama perputaran ekonomi rakyat. Berbagai agenda perayaan tidak hanya difokuskan pada atraksi seni dan budaya, tetapi juga dipadukan dengan pemulihan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan bahwa pelibatan aktif warga dan pelaku usaha lokal dalam setiap gelaran HUT merupakan langkah nyata agar dampak ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
”Peringatan HUT ke-270 ini bukan sekadar panggung perayaan hura-hura, melainkan momentum bagi UMKM dan pedagang kecil untuk mendongkrak pendapatan. Kami mengintegrasikan pasar rakyat, pameran produk lokal, hingga festival kuliner di berbagai titik,” tegas perwakilan Pemkot Yogyakarta.
Pemerataan Pasar Rakyat dan Festival Kuliner
Dalam rangkaian acara tersebut, Pemkot Yogyakarta memfasilitasi stan pameran bagi ratusan pelaku UMKM binaan yang tersebar dari 14 kemantren (kecamatan). Langkah ini diambil untuk mengenalkan produk-produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan, batik, hingga kuliner tradisional khas Yogyakarta kepada para wisatawan dan warga lokal.
Agenda acara juga disebar hingga ke tingkat wilayah/kelurahan. Strategi ini bertujuan meratakan perputaran uang agar dampak ekonomi tidak hanya menumpuk di pusat keramaian seperti kawasan Malioboro.
Sinergi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kolaborasi antara sektor pariwisata, seni pertunjukan, dan ekonomi kreatif ini diharapkan mampu meningkatkan volume penjualan produk lokal secara signifikan selama masa perayaan. Sinergi ini sekaligus menegaskan posisi Yogyakarta sebagai kota berbudaya yang mandiri secara ekonomi berbasis kerakyatan.
Liputan: Galang Andika Pratama



