Kucuran APBN Rp 17,9 Miliar, 49 Sekolah Rusak di Kulon Progo Segera Direvitalisasi

Kucuran APBN Rp 17,9 Miliar, 49 Sekolah Rusak di Kulon Progo Segera Direvitalisasi. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News — Sebanyak 49 sekolah dari jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP di Kabupaten Kulon Progo mendapat angin segar. Pada tahun anggaran 2026, daerah berjuluk Bumi Binangun ini menerima suntikan dana dari pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Sekolah senilai total Rp 17,9 miliar.

​Kucuran anggaran bersumber dari APBN tersebut dikhususkan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan tingkat sedang hingga berat.

​Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Wuriandreza Gigih Muktitama, menjelaskan bahwa program revitalisasi ini terbagi ke dalam empat kategori, yakni reguler, kebencanaan, aspirasi, dan bantuan presiden.

​“Bantuan disalurkan berdasarkan pemetaan kebutuhan serta tingkat kerusakan di setiap sekolah. Besarannya bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah,” ujar Gigih, Jumat (7/8/2026).

​Skema pengerjaan proyek ini menggunakan sistem swakelola. Dana ditransfer langsung dari kas negara ke rekening sekolah penerima tanpa melalui kontraktor luar. Pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk mengelola pembangunan, termasuk merekrut tenaga kerja secara mandiri.

​“Sistemnya swakelola, jadi kami di dinas tidak menangani langsung. Program ini sangat membantu daerah, mengingat kemampuan APBD Kulon Progo masih terbatas untuk menangani seluruh sekolah yang rusak secara mandiri,” tambah Gigih.

​Di sisi lain, Disdikpora mengimbau seluruh penerima bantuan agar mewaspadai modus penipuan, terutama oknum tak bertanggung jawab atau yang mengaku sebagai aparat dengan dalih meminta bagian dana pembangunan.

​Salah satu sekolah penerima anggaran cukup besar adalah SD Negeri Kokap. Sekolah ini masuk kategori kebencanaan karena gedung lamanya terancam bahaya tanah longsor.

​Kepala SDN Kokap, Surohim, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima alokasi Rp 2,1 miliar untuk relokasi dan pembangunan gedung baru di tempat yang lebih aman.

​“Dengan gedung baru di lokasi relokasi, proses belajar-mengajar yang sempat terganggu diharapkan bisa kembali aman dan nyaman,” tuturnya.

​Program revitalisasi ini diharapkan tak sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan lingkungan belajar yang layak dan aman bagi generasi penerus di Kulon Progo.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Dongkrak Ekonomi Menoreh, Pemkab Kulon Progo Lanjutkan Rekonstruksi Jalan Prangkokan-Kebonharjo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *