Dongkrak Ekonomi Menoreh, Pemkab Kulon Progo Lanjutkan Rekonstruksi Jalan Prangkokan-Kebonharjo

(Foto/Dok)

Kulon Progo, Prolimannews — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi melanjutkan proyek rekonstruksi jalan pada ruas Prangkokan-Kebonharjo yang terletak di Kapanewon Samigaluh. Langkah strategis ini diambil demi membuka keterisolasian akses sekaligus memacu roda perekonomian masyarakat di kawasan Perbukitan Menoreh.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi yang sangat vital bagi mobilitas warga, terutama dalam mendistribusikan hasil bumi di wilayah pegunungan.

“Jalan menjadi sangat penting. Jika akses tidak lancar, mobilitas warga untuk beraktivitas akan terhambat. Kami hadir untuk memastikan akses ini menjadi lebih baik agar ekonomi masyarakat semakin meningkat,” ujar Agung saat melakukan sosialisasi proyek tersebut, Rabu (1/7/2026).

Proyek jalan ini masuk ke dalam subkegiatan pemanfaatan ruang strategis Perbukitan Menoreh Tahun Anggaran 2026. Ini merupakan kelanjutan dari pembangunan tahap pertama yang telah berjalan pada tahun 2025 lalu, dengan target total panjang pengerjaan mencapai 1.434 meter.

Kelancaran proyek infrastruktur ini tidak lepas dari besarnya andil dan semangat gotong royong masyarakat setempat. Warga Kebonharjo secara sukarela merelakan sebagian tanah, bangunan, hingga tanaman mereka yang terdampak pelebaran jalan tanpa menuntut ganti rugi materiil sepeser pun.

Sebagai bentuk apresiasi atas keikhlasan tersebut, Pemkab Kulon Progo memberikan jaminan kepastian hukum. Pemerintah daerah bekerja sama dengan ATR/BPN untuk mempercepat proses sertifikasi ulang sisa lahan milik warga secara gratis.

BACA JUGA  Dua Dekade Setengah Festival Lima Gunung: Pameran Peradaban Batin dan Ilmu Pengetahuan Desa

“Pemerintah memastikan sertifikat perubahan Bapak/Ibu diganti dengan baik. Ini adalah bentuk apresiasi kami atas keikhlasan warga,” tambah Bupati Agung.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Lurah Kebonharjo, Sugimo. Ia menilai sinergi antara pemerintah kabupaten dan warga berjalan sangat harmonis serta tepat sasaran. Berkat kesadaran tinggi dari masyarakat, Sugimo mencatat sudah ada enam ruas jalan kabupaten di wilayahnya yang kini statusnya dinyatakan clear dan siap dibangun.

“Masyarakat merelakan tanahnya untuk kepentingan umum, dan kami difasilitasi dalam pengurusan sertifikatnya hingga kembali kepada warga. Ini sangat membantu,” tutur Sugimo.

Selain berharap kualitas jalan menjadi lebih baik, warga juga menyampaikan aspirasi agar pelaksana proyek mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan di lapangan. Hal ini dinilai penting sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Melalui komitmen dan sinergi lintas sektor ini, rekonstruksi jalan Prangkokan-Kebonharjo ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2026. Selain memperlancar mobilitas harian, peningkatan jalan ini diproyeksikan akan memperkuat konektivitas kawasan Menoreh sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *