Yogyakarta, Proliman News — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan perkembangan terbaru aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah pada Kamis (13/8/2026). Dalam periode pengamatan terbaru, gunung api aktif tersebut teramati meluncurkan lava pijar sebanyak 2 kali.
Guguran lava pijar tersebut meluncur hingga jarak maksimum 1,8 kilometer (1.800 meter) ke arah hulu Sungai Sat dan Sungai Putih.
Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Merapi terpantau jelas dan asap kawah tidak teramati (nihil). Kondisi cuaca di sekitar kawasan puncak cerah, dengan suhu udara berkisar antara 15,7 °C hingga 19,2 °C serta kelembapan udara 77%–88,3%.
Selain pengamatan visual, catatan kegempaan dari BPPTKG/Magma Indonesia merekam sejumlah aktivitas seismik di tubuh Gunung Merapi, meliputi:
- Gempa Guguran: 30 kali
- Gempa Hybrid / Fase Banyak: 17 kali
- Gempa Vulkanik Dangkal: 3 kali
Hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, khususnya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Merapi, serta mewaspadai bahaya guguran lava dan awan panas.
Liputan: Galang Andika Pratama



