Yogyakarta, Proliman News — Kondisi kelistrikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan berada dalam status sangat aman. Kepastian ini disampaikan langsung oleh General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, saat menghadap Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Dalam laporannya, PLN menyampaikan bahwa beban puncak penggunaan listrik di wilayah DIY saat ini baru mencapai sekitar 65 persen dari total kapasitas daya yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa DIY memiliki cadangan daya listrik yang melimpah untuk menopang percepatan pertumbuhan sektor pariwisata, pendidikan, hingga investasi berskala besar.
Kesiapan kelistrikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini semakin solid untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. PLN menjamin ketersediaan daya yang melimpah guna memenuhi kebutuhan sektor industri maupun investor baru yang masuk ke DIY tanpa khawatir akan kendala pasokan. Demi menjaga keandalan pasokan dan mempercepat penanganan kendala di lapangan, penguatan layanan dibagi ke dalam tiga unit pelaksana: UP3 Sleman yang menjangkau wilayah Kabupaten Sleman; UP3 Sedayu untuk Kabupaten Bantul dan Kulon Progo; serta UP3 Yogyakarta & Wonosari yang melayani wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul.
Selain memperkuat jangkauan layanan wilayah, PLN juga terus mendorong perluasan infrastruktur kendaraan listrik dengan menargetkan penambahan 26 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru untuk melengkapi 33 titik yang telah aktif, sehingga mempermudah mobilitas warga maupun wisatawan. Di sisi lain, menjawab catatan gangguan (blackout) yang sempat terjadi sebelumnya, PLN telah melakukan evaluasi menyeluruh serta pembenahan infrastruktur secara komprehensif agar jaminan keandalan sistem kelistrikan di DIY semakin optimal ke depannya.
Dengan dukungan pasokan energi yang kokoh dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, DIY menyatakan kesiapannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang lebih luas.
Liputan: Galang Andika Pratama



