Yogyakarta, Proliman News — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan perkembangan terbaru aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Sabtu (15/8/2026). Dalam periode pengamatan terkini, gunung api aktif tersebut tercatat meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 3 kali dengan jarak luncur maksimal mencapai 1,8 kilometer ke arah Sungai Krasak (barat daya).
Secara visual, tubuh Gunung Merapi terpantau jelas dari pos pengamatan tanpa terhalang kabut. Pada periode ini, tidak teramati adanya asap kawah yang keluar dari puncak.
Kondisi cuaca di sekitar kawasan puncak Gunung Merapi cenderung cerah dengan kondisi meteorologi pendukung sebagai berikut:
- Suhu Udara: 16,1 °C
- Kelembapan Udara: 87,5%
Berdasarkan data rekaman seismogram magma.bpptkg, tercatat beberapa aktivitas kegempaan internal yang mengindikasikan pergerakan magma dan pelepasan energi di dalam tubuh gunung:
- Gempa Guguran: 19 kali
- Gempa Hybrid / Fase Banyak: 27 kali
- Gempa Vulkanik Dangkal/Dalam: 2 kali
- Status Gunung dan Imbauan Kewaspadaan
Hingga saat ini, BPPTKG menegaskan bahwa status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya, khususnya alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi (seperti Sungai Krasak, Bebeng, Boyong, dan Bedog). Selain itu, warga diminta tetap mewaspadai potensi guguran lava, awan panas guguran, serta lahar hujan jika terjadi curah hujan tinggi di puncak.
Liputan: Galang Andika Pratama



