Komisi C DRPD DIY Tinjau Sejumlah Proyek Pembangunan Jalan Tembus Sleman – Gunung Kidul

Komisi C DPRD DIY meninjau langsung proyek pembangunan jalan tembus Sleman-Gunungkidul di Proyek Tebing Breksi Banyunibo, Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. (foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News –  Komisi C DPRD DIY meninjau langsung proyek pembangunan jalan tembus Sleman-Gunungkidul di Proyek Tebing Breksi Banyunibo, Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.

Kunjungan ini untuk memastikan keberlanjutan proyek yang nantinya diharapkan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro mengatakan, proyek jalan dari Gayamharjo, Prambanan, Sleman ini masuk tahap kedua sepanjang 4,5 kilometer tahun 2023-2024 dan 2024-2025.

Rencananya kekurangan pembangunan jalan tembus Sleman-Gunungkidul ini akan diajukan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

“Memang sisa ini kita harapkan dari exit tol Manisrenggo nanti menjadi penghubung dari Sleman menuju ke Gunungkidul, ini akses yang luar biasa,” katanya, Jumat (1/8/2025).

Yang pasti dengan adanya seperti ini kami berharap dengan adanya tol masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta ini, nanti ada peningkatan investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ujung-ujungnya juga peningkatan ekonomi, tambahnya.

Komisi C DPRD DIY lanjut Nur Subiyantoro ingin, Pemerintah Daerah (Pemda) baik di tingkat DIY maupun Kabupaten, Kota juga harus mampu mendorong infrastruktur jalan pendukung dari jalan tembus ini.

Sehingga diharapkan Nur Subiyantoro, nantinya Yogyakarta sebagai Kota Wisata akan semakin memudahkan akses wisatawan menuju destinasi-destinasi wisata, sehingga semakin mendorong investasi di DIY.

Anggota Komisi C DPRD DIY Aslam Ridlo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, jalan tembus Sleman-Gunungkidul ini merupakan jalan provinsi, hanya saja dari sisi pembiayaan memanfaatkan IJD.

BACA JUGA  Ziarah Makam Leluhur dan Tokoh Pendiri Bangsa Digelar, Sambut Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

“Ini dibiayai dari insentif jalan daerah, sehingga ini bisa menghemat Dana Keistimewaan kita. karena jalan ini meskipun jalan provinsi, alhamdulillah oleh Pak Presiden Pak Prabowo, kita diberikan Dana insentif daerah sehingga bisa dipakai untuk pembangunan jalan,” kata Aslam Ridlo.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DIY Suwardi mengungkapkan, dengan pembangunan ini akan semakin mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat, termasuk kesejahteraan baik masyarakat di Kabupaten Gunungkidul maupun masyarakat di Kabupaten Sleman terutama yang berada di Sleman Timur.

“Masyarakat Gunungkidul dan Gayamharjo Sleman bagian timur ini nanti bisa lebih cepat seperti daerah Sleman kota, yang ada di Ibukota Sleman. Karenakan selama ini kemajuan pembangunan itu masih berfokus di wilayah Sleman Kota, namun di Sleman Timur ini belum mendapatkan perhatian,” ujar Suwardi.

Proyek pembangunan jalan tembus Sleman-Gunungkidul yang memiliki total panjang 9 km ini, dimulai dari Prambanan Gayamharjo ke Tawang hingga tembus ke Jalur Lintas Selatan (JJLS).

Kasi Pembangunan Bidang Binamarga PUPESDM DIY Wira Sasongko Putro menyampaikan, total rencana jalan tembus dari Prambanan sampai Gading sepanjang 28 km, dan hingga akhir tahun 2025 masih menyisakan sekitar 4,5 km.

Rencananya jalan yang belum tersambung sepanjang 4,5km ini dijelaskan Wira, akan diintervensi dengan pendanaan dari IJD, di tahun 2025-2026.

“Harapan kami adalah 1,5 kilometernya, nanti bisa dilaksanakan tahun ini. Sehingga tahun depan bisa dilaksanakan tiga kilometer,” ucapnya.

BACA JUGA  Hati-hati Hari Ini Seluruh Wilayah di DIY Akan Dilanda Hujan Ringan dari Siang Hingga Malam Hari

Wira menambahkan, Pemda DIY sudah melaksanakan dari Gayamharjo menuju Prambanan dengan total sepanjang 9 km, sudah terlaksana 1,4 per akhir tahun ini. Sehingga diharapkan nantinya segmen kekurangan dapat diteruskan.

“Harapan kami, tentunya akhir 2026 atau awal 2027 itu jalan Prambanana sampai Gading jalan tembus ini sudah bisa digunakan masyarakat,” ujar Wira.

Wira juga menjelaskan, faktor pembiayaan menjadi hal terpenting dalam penyelesaian proyek jalan tembus Sleman-Gunungkidul, khususnya segmen Gayamharjo-Gading bisa terlaksana di tahun 2025-2026, sehingga awal tahun 2027 bisa dimanfaatkan masyarakat.

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *