Yogyakarta, Proliman News — Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat sedikitnya tujuh gunung api mengalami erupsi sepanjang periode Agustus hingga awal September 2026.
Berikut daftar dan status terkini tujuh gunung api tersebut:
- Gunung Sinabung (Sumatra Utara): Status dinaikkan menjadi Level III (Siaga) setelah melontarkan kolom abu setinggi 3.500 meter pada 1 September 2026.
- Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda): Berstatus Level III (Siaga). Erupsi menerus pada 4–5 September memicu lelehan lava (lava fountain), dengan sebaran abu vulkanik menjangkau Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.
- Gunung Semeru (Jawa Timur): Mengalami erupsi berulang sejak awal Agustus, termasuk lontaran kolom abu melebihi 900 meter pada 13 Agustus.
- Gunung Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur): Berstatus Level II (Waspada). Pada 4 September mencatat 378 kali letusan dan lelehan lava sejauh 500 meter, disusul erupsi 6 September dengan kolom abu 400 meter ke arah barat.
- Gunung Lewotobi Laki-Laki (Nusa Tenggara Timur): Tercatat mengalami erupsi berulang, salah satunya melontarkan kolom abu setinggi 2.500 meter pada 27 Agustus.
- Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara): Berstatus Level II (Waspada). Erupsi pada 1 September menghasilkan kolom abu 500 meter. Pihak berwenang menetapkan radius bahaya 2 kilometer dari kawah.
- Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara): Menunjukkan erupsi berulang sepanjang periode pemantauan 1–5 Agustus.
Mitigasi dan Imbauan
PVMBG meminta masyarakat serta wisatawan untuk terus memantau perkembangan status resmi dan mematuhi batas radius aman yang ditentukan guna meminimalkan risiko bencana.
Liputan: Galang Andika Pratama



