​Kupon Seismik dan Mitigasi Bencana: BMKG Paparkan Kerentanan 14 Segmen Megathrust Nasional

​Kupon Seismik dan Mitigasi Bencana: BMKG Paparkan Kerentanan 14 Segmen Megathrust Nasional. (Foto/Peta Zona Megathrust)

Jakarta, Proliman News — Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi 14 zona subduksi megathrust yang tersebar di wilayah perairan Indonesia. Beberapa di antaranya diperkirakan menyimpan akumulasi energi dengan potensi magnitudo maksimum mencapai 9,0 hingga lebih.

​Pemetaan zona penunjaman lempeng ini menunjukkan kompleksitas tektonik Indonesia. Dari 14 zona tersebut, para ahli memberikan perhatian khusus pada area seismic gap—yakni segmen batas lempeng aktif yang sudah lama tidak melepaskan energi gempa bumi skala besar, seperti segmen Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

​Berdasarkan pemodelan ilmiah, berikut rincian 14 zona megathrust utama di Indonesia beserta estimasi potensi magnitudo maksimumnya:

  1. ​Megathrust Aceh-Andaman: Potensi M9,2
  2. ​Megathrust Nias-Simeulue: Potensi M8,7
  3. ​Megathrust Mentawai-Siberut: Potensi M8,9 (Seismic Gap)
  4. ​Megathrust Mentawai-Pagai: Potensi M8,9
  5. ​Megathrust Enggano: Potensi M8,4
  6. ​Megathrust Selat Sunda: Potensi M8,7 (Seismic Gap)
  7. ​Megathrust Jawa Barat–Jawa Tengah: Potensi M8,7
  8. ​Megathrust Jawa Timur: Potensi M8,7
  9. ​Megathrust Bali: Potensi M8,5
  10. ​Megathrust Nusa Tenggara Barat (NTB): Potensi M8,5
  11. ​Megathrust Nusa Tenggara Timur (NTT): Potensi M8,5
  12. ​Megathrust Sulawesi Utara: Potensi M8,5
  13. ​Megathrust Filipina Utara/Halmahera: Potensi M8,2
  14. ​Megathrust Utara Papua: Potensi M8,7

​BMKG menegaskan bahwa pemaparan angka potensi magnitudo ini merupakan perkalkulasian teoritis daya simpan energi maksimum, bukan prediksi waktu terjadinya gempa. Hingga saat ini, belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi tanggal, jam, dan lokasi gempa secara presisi.

BACA JUGA  Harmoni di Jombang: Saat Posko Muhammadiyah Jadi Rumah Hangat Peserta Muktamar ke-35 NU

​Informasi ini disampaikan guna mendorong penguatan infrastruktur mitigasi, evaluasi ketahanan bangunan di kawasan pesisir, penyempurnaan sistem peringatan dini tsunami, serta peningkatan literasi kebencanaan bagi masyarakat setempat.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *