Jakarta, Proliman News — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, menegaskan bahwa Muktamar ke-35 NU harus menjadi momentum transformasi mendalam bagi organisasi. NU dituntut berani menembus batas kebiasaan lama (out of the box) demi menjawab dinamika zaman yang kian kompleks.
Transformasi Paradigma Organisasi
Dalam arahannya, Kiai Miftach mengingatkan bahwa Muktamar tidak boleh terjebak sekadar sebagai perhelatan seremoni lima tahunan atau ajang rotasi kepengurusan semata. Lebih dari itu, forum tertinggi organisasi ini harus melahirkan terobosan strategis dan melompati kebiasaan-kebiasaan konvensional.
“Muktamar ke-35 ini harus menjadi pelajaran penting. NU perlu berani keluar dari kebiasaan lama yang tidak lagi relevan, melangkah lebih maju, dan beradaptasi secara tangkas,” tegas Kiai Miftach.
Menurutnya, keberanian untuk melakukan pembaruan tata kelola menjadi syarat mutlak agar Jam’iyah Nahdlatul Ulama mampu memimpin perubahan, baik di tingkat nasional maupun global.
Fokus Strategis Memasuki Abad Kedua
Menghadapi tantangan abad kedua NU, Kiai Miftach menekankan pentingnya penerjemahan prinsip al-muhafadhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah—memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik—ke dalam program kerja nyata.
Terdapat tiga aspek utama yang menjadi sorotan dalam pembaruan ini:
- Pembaruan Tata Kelola: Membangun manajemen organisasi yang akuntabel, profesional, dan berbasis data.
- Akselerasi Digital: Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk penguatan dakwah, pendidikan, dan jaringan ekonomi umat.
- Pemberdayaan SDM Nahdliyin: Menyiapkan kader-kader muda yang adaptif, berwawasan global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi pesantren.
Panggilan Konsolidasi Nasional
Kiai Miftach mengajak seluruh jajaran pengurus dari tingkat pusat hingga ranting, serta warga Nahdliyin, untuk menyatukan visi dan meninggalkan ego sektoral. Muktamar ke-35 diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan yang kuat, tetapi juga cetak biru (blueprint) gerakan NU yang berdampak nyata bagi kemajuan peradaban.
Liputan: Galang Andika Pratama



