Terdampak Kemarau dan Erupsi, Warga Sleman Gelar Kirab Budaya Memohon Hujan

Terdampak Kemarau dan Erupsi, Warga Sleman Gelar Kirab Budaya Memohon Hujan. (Foto/NusantaraTV)

Sleman, Proliman News — Musim kemarau panjang dan rentetan aktivitas alam yang terjadi belakangan ini memicu keprihatinan masyarakat. Merespons kondisi tersebut, ratusan warga di kawasan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar ritual kenduri dan kirab budaya. Tradisi sarat makna ini diselenggarakan sebagai medium doa untuk memohon turunnya hujan, sekaligus meminta keselamatan dari ancaman bencana erupsi gunung berapi.

​Dalam prosesi tersebut, warga bergotong royong mengarak uba rampe berupa kendi berisi air dan gunungan hasil bumi keliling kampung sejauh satu kilometer. Seluruh persembahan kemudian dipusatkan di pendopo untuk didoakan. Doa bersama ini menjadi wujud nyata keprihatinan kolektif warga sekaligus permohonan agar krisis air dan erupsi gunung api segera mereda.

​Antusiasme warga memuncak seusai prosesi doa, di mana mereka saling memperebutkan gunungan air dan sayuran. Gunungan air menjadi simbol krusialnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah kekeringan, sementara sayuran diyakini membawa keberkahan serta menjauhkan dari marabahaya. Seluruh rangkaian kegiatan budaya ini ditutup secara khidmat oleh Bregada Langen Kesuma yang menuangkan air dari dalam kendi, sebagai simbol manifestasi rasa syukur warga kepada Sang Pencipta.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Tol Purwomartani Sleman Disiapkan untuk Rekayasa Arus Balik Lebaran 2026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *