Yogyakarta, Proliman News — Gerakan pemboikotan terhadap merek perlengkapan olahraga global, Adidas, kembali bergema dan semakin menguat di ranah publik. Eskalasi seruan boikot ini dipicu oleh sikap perusahaan yang dinilai krisis empati terhadap isu kemanusiaan dan penindasan yang tengah menjadi sorotan dunia.
Reaksi keras masyarakat bermunculan di berbagai platform, mendesak korporasi multinasional untuk mengambil sikap moral yang tegas dan tidak menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Sentimen negatif ini meluas menjadi bentuk solidaritas kolektif dan perlawanan damai dari konsumen. Publik menuntut pertanggungjawaban etis dari merek-merek besar agar sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terus digaungkan secara global.
Liputan: Galang Andika Pratama



