Kulon Progo, Proliman New — Menghadapi tantangan masyarakat yang semakin kompleks, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kulon Progo terus memperkuat barisan bersama pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Komitmen ini ditegaskan dalam acara silaturahmi dan Pengajian Ulama-Umara Putaran Ke-3 yang berlangsung di Kompleks Pusat Dakwah dan Bisnis Muhammadiyah Kulon Progo, Triharjo, Wates, pada Rabu (16/9/2026) malam.
Forum triwulanan ini menjadi ruang krusial yang mempertemukan jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Kantor Kementerian Agama (Kemenag), serta tokoh-tokoh dari NU, Muhammadiyah, dan LDII. Pertemuan lintas sektor ini ditujukan untuk menyelaraskan langkah dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan di Kulon Progo.
Dalam arahannya, Ketua MUI Kulon Progo, Muhammad Jumarin, menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo yang telah memfasilitasi jalannya acara. Ia menegaskan bahwa kemitraan antara ulama dan umara (pemerintah) sangat menentukan keberhasilan agenda daerah. Menurut Jumarin, visi Kulon Progo yang religius harus diejawantahkan secara seimbang, baik melalui penguatan ritual keagamaan maupun dalam pelaksanaan pembangunan fisik daerah.
Liputan: Galang Andika Pratama



