Yogyakarta, Proliman News — Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pentingnya etika, empati, dan profesionalisme komunikasi bagi seluruh jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan menyusul viralnya ulah oknum pegawai SPPG yang mengolok-olok korban dugaan keracunan MBG di Karo—tindakan yang turut memicu sentilan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Perwakilan BGN Regional DIY, Gagat, meminta seluruh personel untuk bijak bermedia sosial dan tidak menjadikan persoalan keselamatan pangan sebagai bahan candaan.
BGN menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran etika dan prosedur, termasuk pemberian sanksi pembekuan (suspend) operasional hingga pencopotan pejabat SPPG, guna memastikan penegakan SOP dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
Liputan: Galang Andika Pratama



