Kulon Progo, Proliman News – Meski jadi sorotan banyak pihak karena tidak mampu setor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Perumda Aneka Usaha akan dinaikkan levelnya menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) berbadan hukum PT.
Untuk melihat kesiapan peralihan dari Perumda ke Perseroda, Komisi 2 DPRD Kulon Progo, Selasa (6/10/2026) melakukan peninjauan ke Kantor Perumda Aneka Usaha di Kota Wates.
“Ada tiga aspek yang ingin kita lihat di masa peralihan tersebut, pertama managerial, kedua usahanya, dan ketiga mitranya,” ujar Anggota Komisi 2 DPRD Kulon Progo Nasib Wardoyo, Selasa ( 6/101/2026).
Ia mengatakan, ada hal yang berulang kali harus menjadi perhatian Komisi 2 DPRD yakni soal siapa mitra swsata yang akan digandeng dalam pendirian Perseroda Aneka Usaha ini.
Karena nanti setelah jadi Perseroda Pemda Kulon Progo menjadi pemilik saham sebesar 51 persen dan pihak ketiga swasta memiliki 49 persen.
Siapa pihak ketiga yang akan digandeng. Sejak sekarang harus dicermati dan melalui proses verifikasi yang detail.
“Kita tidak ingin terulang kasus, katanya punya uang ternyata tidak punya. Katanya perusahaan bonafit tidak tahunya hanya numpang cari makan, dan menggerogoti modal Pemda Kulon Progo, “ katanya menjelaskan.
Kasus PT Selo Adikarto (SAK) bisa menjadi contoh bagaimana nasib kerjasama dengan pihak ketiga dalam pendirian Perseroda yang bergerak di sektor asphal mixing plan tersebut.
Modal Pemda Kulon Progo habis, bahkan punya hutang, tidak ada sedikitpun modal pihak ketiga yang masuk dan ikut hilang.
“Pelan-pelan modal di dalam PT SAK hilang raib entah kemana, siapa yang mencuri dan bahkan masih punya hutan puluhan miliar,” kata Nasib Wardoyo.
Aspek kedua yakni managerial, Komisi 2 DPRD Kulon Progo meminta agar managerial diisi dengan tenaga profesional betul, agar Perseroda Aneka Usaha tidak menjadi sarang kepentingan orang partai atau krooni-kroni orang dalam dan akhirnya Perseroda Aneka Usaha hanya menjadi lumbung tikus tempat banyak orang numpang hidup.
Aspek berikutnya, sektor usaha, yakni usahanya apa, pastikan lalu siapa mitra yang digandeng dan paparkan secara jelas target keuntunagan serta sumbangan kepada PAD.
Kalau tidak, menurut Nasib Wardoyo Perseroda Aneka Usaha hanya akan ngawur mencari-cari usaha tanpa prospek yang jelas dan menghabiskan uang Pemda Kulon Progo.
“Dari sekarang harus kenceng, kalau nanti masih diulang cerita lama banyak orang nunut urip di sini maka, wasalam Kabupaten Kulon Progo, “ ujarnya menegaskan.
Kunjungan ceking persiapan peralihan badan hukum Aneka Usaha ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua 1 DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono.
Ia menegaskan, Perseroda PT Aneka Usaha ini kemungkinan akan ditugasi untuk mengelola sejumlah sektor bisnis, diantaranya air kemasan, dan perdagangan umum.
Tetapi sampai sejauh ini belum ada ajuan rencana sektor usaha apa yang akan dikelola Perseroda PT Aneka Usaha, dan untuk sampai pada tahapan beroperasi masih butuh waktu panjang dan diputuskan dalam Paripurma DPRD Kulon Progo.
Liputan : Suyono Sugondo



